" Shofaaa... Shoff... Gawat Sohf gawat!!!" kataku
Kami
ber3 segera bergegas ke tempat dimana Bagus berusaha mengakhiri
hidupnya, ternyata disana para warga sekitar sudah ramai untuk membujuk
Bagus untuk turun. Kamipun tak habis fikir ada apa sebenarnya dengan
anak yang satu ini, Biasanya ia selalu cerita jika ada masalah, tapi
kali ini kenapa ia menjadi begitu nekat, apalagi ia berniat mengakhiri
hidupnya dengan meloncat dari tower salah satu Masjid didaerahku.
Kamipun turut mencoba membujuk Bagus supaya mau turun.
" Iya, Gus jangan lo fikir lo bakal masuk surga karena lo loncat dari tower Masjid" kata Shofa
Namum
agus tetap tak menggubris kami, ia tetap saja berdiri dan menggenggam
sebuah kertas ditangannya, tak lama kertas itupun ia lepaskan, segera
aku mengambil kertas itu. Saat ku buka kertasnya, ternyata...
"
Ehh Gus, kalo lo berani loncat dari tower yang tinggi, kenapa lo gak
beranu izin sama ortu loe buat ke jakarta untuk HandShake sama Melody?
" Tau, apa susahnya lo ngomong sama ortu loe buat ke Jakarta, kita pasti anter loe kok! kataku
Sejenak
Bagus terlihat merenung, ia terdiam, kesempatan ini di gunakan beberapa
orang untuk menyusul Bagus ke atas dan berniat menurunkannya dengan
paksa, tapi saat para warga baru sampai setengah jalan tiba tiba tangki
Air yang Bagus naiki seloah mau jatuh, dan jika tangki air itu jatuh,
ini akan sangat membahayakan warga yang ada di bawahnya. Dengan sigap
Bagus segera menahannya dengan sekuat tenaga, lalu warga yang tadinya
naik untuk memaksa Bagus turun kini malah ikut membantu Bagus memegangi
tangki yang akan jatuh. Akhirnya tangkipun tak jadi jatuh, dan dengan
pertimbangan Bagus telah membantu warga mememegangi Tangki, maka
perbuatan Baguspun di maafkan dan di anggap tidak ada apapun.
" Untung aja lo bantuin warga nahan itu tangki, kalo kagak udah abis lo di gebukin orang sekampung" kataku
" Iya, habis mau gimana lagi?" kata Bagus
" Yaudah gini deh gus, gimana kalo sore ini kita izin ke jakarta sama ortu lo? kata Lana
" Ahh gak usah, mereka gak perlu tau, lagian mereka terlalu sibuk sama urusan mereka" kata Bagus
" Terus mau loe gimana? loe mau keJakarta tanpa pamit gitu?" kataku
" Iya, biar mereka juga sadar kalo gue sebagai anak juga pengen di perhatiin" kata Bagus
" Oke, berangkat kita dek! Cus ke Jakarta kita besok" kata Shofa
Sore
itu kami pulang kerumah masing masing, sebenarnya ini rencana yang
cukup gila, kami bahkan gak pernah kefikiran untuk keJakarta, apalagi
aku, tak terbayang bila aku bisa HandShake dengan Oshiku, sii Miss
Sleepy Head, Ayana! mungkin ini juga yang Lana dan Shofa rasakan,
apalagi Bagus yang udah ngefans berat sama Melody. Karna kami memutuskan
berangkat besok pagi, maka aku putuskan untuk tidur cepat hari ini.
Keesokan
harinya kami ber4 sudah bersiap menuju Jakarta, lucunya saat itu kami
hanya memegang uang pas untuk beli CD agar bisa mendapatkan tiket HS,
jadi akhirnya kami putuskan untuk menumopang mobil sayuran. Dengan susah
payah akhirmya kami berhasil mendapatkan tumpangan meskipun tak sampai
Jakarta, tapi hanya sampai Bekasi, tapi buat kami apapun itu yang
penting kami bisa mengikuti Event HandShake.
" Eh Fha, lo tau gak daerah Bekasi?" kataku
" Kagak, emang kenapa?" kata Shofa
" Lahh terus nanti disana kita giamana? kataku
" Tenang aja bro, Usaha keras kita gak akan mengkhianati" kata Bagus
" Yaelah Shonici lagi lu pake, Mainstream ahh.." ledek Lana
" Oia, ke Jakarta itu kan berati banyak the Jacknya, kenapa Shal di leher lo tulisannya Persib Gus?" kata Shofa
" Bodo amat, selain suka JKT48, Gue juga cinta Persib, mau diapain lagi? kata Bagus
" Iya juga sih yang penting rapih, jangan kayak si Lana tuh, pake bajunya kaya anak punk" kataku
" Yeehh... Berisik aja nih calon satpam di rumahnya Achan!" balas Lana
" Lahh tampang lo kaya ganjel pintu di rumahnya Cigul" balasku lagi
Kamipun
terus tertawa, kami memang sudah dekat dari kecil meskipun hobi kami
berbeda, seperti Lana yang mantan anak Punk tapi taubat setelah ngfans
JKT48, ada Bagus yang supporter panatik Persib Bandung, ada Shofa
Mahasiswa yang jurusan hukum yang bahkan Pancasila aja gak hafal hafal,
Sedangkan aku hanya seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil, tapi
karena JKT48lah kami jadi makin dekat dan akrab bahkan melebihi saudara,
kami sudah seperti keluarga. Saat kami sedang menikmati perjalanan,
tiba tiba ujian pertama kami datang. Mobil yang kami tumpangi mogok,
persis di tanjakan.
" Ehhh jang, tolong bantuin amang yah, mobilnya mogok nih, tolong bantu dorong yah!" kata Si Sopir
" Yaelah mang, kalo jalanannya datar sih gak papa, ini nanjak" kata Lana
" Yehh, dari pada amang tinggal disini sok hayuh!" kata Si Sopir
" LLahhh jangan mang, hayuhlah kita bantuin dorong, woles mang woles" kata Bagus
Kamipun
segera turun dari mobil dan segera mendorong mobil, cuaca saat itu
cukup panas, sehingga untuk kami cukup menyiksa, apalagi uang di kantong
benar benar sudah pas. Tapi semangat kami untuk bertemu dengan oshi
kami membuat kami lupakan beratnya cobaan yang harus kami tempuh. Kami
terus berfikir agar bagaimana kami bisa sampai keJakarta dan bisa
mengikuti Event HandShake terlebih bisa bertemu dan bertatap muka
langsung dengan Oshi kami di JKT48. Dengan susah payah akhirnya mobilpun
kembali hidup dan kami bisa melanjutkan perjalanan.
" Aduhhh Auss nihhh....." kata Lana
" Iya, mana masih jauh lagi" kata Shofa
" Ayoo tahan.. lo berdua mau HandShake sama Lidya terus Cigul kan? kataku
" Iya sob, tahan tahan..." kata Bagus
" Aduhh kalo bukan demi HandShake sama Lidya, Gue gak mau kayak gini!" kata Shofa
Perjalananpun
terus berlanjut, ternyata semua tak semudah yang kami bayangkan, selain
panas dan macetnya jalanan yang membuat perjalanan kami jadi lebih
lama, kini hawa lapar mulai menyerang kami. Tapi sekali lagi berkat
komitmen kami untuk ikut HandShake Festival, kami tetap bertahan. Tak
hanya sampai disana, tiba tiba di tengah perjalanan hujan turun dengan
lebatnya, kamipun terpaksa basah basahan di belakang mobil. Rasa haus
kami mungkin sedikit terobati, tapi rasa lapar dan dingin kini makin
kian menyiksa.
" Ebusettt... Hujan lagi ini, gimana nih?" kata Lana
" Aduhh Ayana... Susah banget sih mau ketemu kamu, gimana nanti kalo aku mau nikahin kamu!" kataku
" Eh kampret, ujan ujan gini malah delusi loe, dingin tau" kata Shofa
" Tau nih pentungan satpam kagak mau diem!" lanjut Bagus
" Eh Guci antik, ini juga kan ide loe ke jakarta" kataku
" hahahaha Guci antik, diamah botol galon cocoknya" kata Lana
" Yeeee ini lagi pentol korek, anak punk tobat, berisik aja!" kata Bagus
Kamipun
tertawa bersama, sejenak rasa dingin dan lapar terlupakan, dan akhirnya
kami sampai di daerah Cibitung, Bekasi, tempat tujuan terakhir mobil
yang kami tumpangi. Setelah berterimakasih pada pak Supir, kamipun
bermamitan. Kini masalah baru muncul, waktu sudah menunjukan jam 3 sore,
tapi tak ada satupun diantara kami yang tau jalan menuju ke theater
JKT48.
" Nah sekarang kita kemana dek?" kata Shofa
" Dak dek dak dek, kemana nih kita, mana baju basah, laper pula" kata Lana
" Santai santai, sekarang kita istirahat dulu aja" kataku
" Tapi hari makin malem ini" kata Bagus
" Yaudah kita kemana dong ini? masa mau jalan kaki?" kata Lana
" Demi HandShake sama Ayana, apapun gue jabanin, kepalang tanggung ini" kataku
" Yaudahdeh, ayooo jalan kaki kita dek?" kata Shofa
Akhirnya
kami putuskan untuk jalan kaki, emang ide gila sih, tapi setidaknya
hanya itu yang bisa kami lakukan agar bisa sampai ke Jakarta, karena
tekat kami sudah bulat untuk bertemu dengan Oshi kami, akhirnya
perjalanan pun kami lewati dengan ceria meski lapar mendera. Entah
berapa lama dan jauh jarak yang kami tempuh, hingga kami sampai di salah
satu lampu merah.
" Tardulu deh, itu kayaknya gue kenal" kata Lana
" Siapa? Mana?" kataku
" Itu tuh anak punk yang lagi ngamen disana?" kata Lana
" Ahh kapan loe pernah kesini? masa langsung kenal aja sih?" kata Bagus
" Tau tuh pentol korek" kata Shofa
" Eh monyong, itu temen gue waktu masih jadi anak punk di Malang dulu" kata Lana
" Bagus dong, ayo coba loe tanya dia alamat ke Jakarta" kata Bagus
" Enak aja, malulah gue kalo anak punk kayak gue ngeFans JKT48" kata Lana
" Ehh dari pada kita gak sampe sama sekali!" kataku
Akhirnya
dengan sedikit dipaksa Lana mau menemui teman lamanya, Alfian namanya.
Benar saja reaksi ketika melihat Lana yang tadinya adalah anak punk yang
kini telah beratribut ala Fans JKT48 membuat temannya ini heran
sekaligus tertawa geli, Alfian tak menyangka jika Lana akan berubah 180
derajat. Tapi setidaknya kini kami punya ide untuk menambah uang saku
kami, Alfian mengajak kami mengamen di lampu merah tersebut, karena
situasi yang mendesak akhirnya kami putuskan untuk mengiyakan ajakan
Alfian, kami berempatpu mengamen di Lampu merah. Jika Punkers lainnya
bernyanyi lagu lagu metal, berbeda dengan kami, kami memilih untuk
menyanyikan lagu lagu milik JKT48. Lagi lagi, komitmen kami untuk
bertemu Oshi kami kini di uji. Tapi kami tetap tak bergeming sedikitpun,
dan tanpa terasa kin waktu telah menunjukan pukul 10 malam, kami
putuskan untuk berhenti dan menghitung hasilnya.
" Coba diitung, ada berapa duitnya?" kata Shofa
" Sabar keellleeesss..." kata Bagus
" Coba kita hitung yahh... serebu, dua rebu, tiga rebu....... wah gila cuma ada lima belas rebu" kataku
" Aih buset, berjam jam kita ngamen cuma dapet segitu" kata Shofa
" Emang lo fikir jadi anak Punk gampang, susah kelleesss" kata Lana
" Idihhhh.... Acha juga nih kelakuannya, kulas keles aje!" kata Bagus
Akhhirnya
uang hasil mengamen kami kami putuskan untuk membeli makanan, memang
tak banyak, apalagi ternyata harga makanan disini jauh lebih mahal di
banding di kampung kami, kamipun menyantap makanan yang kami beli
bersama, memang tak cukup rasanya, tapi setidaknya kebersamaan lebih
penting bagi kami. Kamipun beruntung Alfian mau mengajak kami menginap
di tempatnya. Jangan fikir itu adalah sebuah rumah atau kontrakan yang
layak, tapi hanya emper toko yang beralaskan koran dan ada api unggun
yang berasal dari pembakaran sampah yang menghangatkan tubuh kami. Tapi
itu cukup untuk kami, setidaknya sampai kami sadar tiba tiba Shofa
berubah, dia tiba tiba jadi lebih pendiam, dan saat kami sadar ternyata
Maghnya kambuh, kami lupa ia memiliki penyakit Magh aku, apalagi kami
telat makan hari ini di tambah perjalan jauh. Mungkin inilah yang
menyebabkan Maghnya kambuh.
" Shof, loe kenapa?" kataku
" Gak santai aja, gue gak papa kok" kata Shofa
" Ahh gila muka loe pucet tau gak? Loe sakit yah?" kataku
" Enggak, gue gak papa" kata Shofa
Tapi
tak lama kemudian dia malah tak sadarkan diri, jelas saja hal ini
membuat kami panik, kami pun memutuskan membawanya ke klinik terdekat,.
tapi masalah lain justru muncul.
" Tar dulu, kalo mau di bawa kerumah sakit lo fikir kita punya duit dari mana?" kata Bagus
" Yaelah duit buat beli Tiket HandShake kan ada!" kataku
" Gak, gue gak mau! kita udah sejauh ini dan kalo sampe gagal HandShake sama Melody itukan kacau!" kata Bagus
" Eh, loe nyadar gus, Shofa lagi sakit dan kalo didiemin kasian dia" kata Lana
" Lah terus apa artinya kalo kita udah jauh sampe sini terus kesempatan untuk HandShake sama Melody lewat gitu aja?" kata Bagus
" Terserah loe, tapi gue bakal tetep bawa Shofa ke Dokter, kalo loe mau ikut ayo, kalo nggak ya udah" kataku kesal
Aku
dan Lana segera membawa Shofa untuk mencari klinik terdekat, tapi Bagus
nampaknya tetap teguh pada pendiriannya, ia tetap tak bergerak. Tapi
aku dan Lana tak memperdulikannya, bagi kami yang penting menyekamatkan
Shofa terlebih dahulu. Karena tempat kami agak sedikit jauh dari pusat
kota makanya agak sedikit sulit bagi kami untuk mencari Klinik yang buka
24 jam. Kami harus menggendong Shofa bergantian karena jarak yang kami
tempuh cukup jauh, akhirnya kamipun sampai di sebuah Klinik, Beruntung
bagi kami karena Dokter jaga sigap menangani Shofa, Benar saja dugaan
kami, tenryata Magh Shofa kembali menyerang.
" Eh Yud, kalo nanti duitnya kurang gimana nih?" kata Lana
" Semoga cukup aja cukup sob, yang penting Shofa selamet dulu deh" kataku
" Terus kita gagal dong ketemu Ayana sama CIgul?" kata Lana
" Percaya sama gue, apapun itu kalo memang tuhan izinkan kita ketemu mereka, kita pasti ketemu kok dimanapun itu" kataku
" Iya deh, gue percaya sama lo" kata Lana
Akhirnya Shofapun sadar, dan kami diizinkan untuk masuk keruangan tempat ia dirawat.
" Gue dimana? kok ada disisini? Loh bukannya kita mau ke Jakarta?" kata Shofa
" Udah loe diem, lupain dulu soal HandShake, tapi urusin dulu diri loe" kata Lana
" Iya, loe tenang aja, tadi loe pingsan terus gue sama Lana bawa loe kemari" kataku
" Bagus mana?" kata Shofa
": Bagus ada kok, udah loe tenang aja oke sob" kataku
" Gue udah baikan kok, ayo kita ke Jakarta, HandShakenya kan besok!" kata Shofa
"
Udah, ini udah malem, kondisi loe gak bisa pergi malem ini, hari ini
kita nginep dulu disini, soal ke Jakarta kita fikirin lagi besok" kata
Lana
Akhirnya Shofa mau mengerti dan kami menginap di
klinik tersebut. Aku dan Lana bahkan tak bisa tidur saat itu, kami masih
bingung apakah uang yang kami punya cukup untuk biaya pengobatan Shofa.
Tak cuma itu, fikiran tentang gagalnya HandShake dengan Ayana kadang
terlintas difikiranku, pantas saja Bagus tak mau ikut kami kesini,
mungkin ia juga tak ingin kesempatannya untuk HandShake dengan Melody
terlewatkan begitu saja. Tapi aku tetap yakin jika aku tetap bisa
bertemu dengan Ayana, apapun yang terjadi. Tak terasa hari telah pagi,
Shofa kini telah pulih, setelah beres beres Aku dan Lana segera mengurus
Biaya dan Administrasi. ternyata benar dugaanku, Uang yang kami punya
tak cukup, aku dan Lana sangat bingung saat itu, tapi tiba tiba ada
suara yang tidak asing di kuping kamoi terdenger menyapa,
" Shofa gimana keadaanya? Duitnya kurang yah? nih gue tambahin" kata Bagus
" Loe tau dari mana kita disini gus? kataku kaget
" Itu gak penting, pake dulu nih duit gue" kata Bagus
" Lohh nanti tiket HandShake loe gimana?" kata Lana
" Udah, kita berangkat bareng, ya pulang bareng, soal HandShake itu gampang" kata Bagus
" Ahhh ini baru Bagus" kataku
Akhirnya
uang kamipun cukup, tapi saat kami akan membayar tiba tiba seorang
Dokter menolak uang yang kami serahkan, ia malah bertanya kepada Bagus,
karena melihat Shal bagus yang bertuliskan Persib Bandung, saat di tanya
lebih jauh ternyata sang Dokter soerang Bobotoh yang tak lain adalah
Fans Persib Bandung juga. Karena rasa solidaritas sesama Fans, akhirnya
sang Dokter membiayai semua biaya perawatan Shofa, tak hanya sampai
disana, kami di Persilahkan untuk mandi dan di ajak sarapan. Berhubung
ia juga ada meeting ke daerah Jakarta, Ia mengajak kami dan berjanji
mengantar kami sampai Mall FX yang menjadi lokasi Theater JKT48. Sungguh
keajaiban yang menjadi nyata, keyakinanku benar benar terjadi,
setidaknya lirik lagu Shonici itu memang benar benar terjadi saat ini,
ya USAHA KERAS ITU TAKKAN MENGKHIANATI.
Akhirnya kami
meningjakan kaki di Jakarta untuk pertama kalinya, terlebih lagi kami
akan segera bertemu dengan Oshi Oshi kesayangan kami. Tak terbayang kami
akan sampai di sini, setelah berbagai rintangan yang kami lewati.
Kamipun sangat berterima kasih pada dokter yang telah mengatar kami. Tak
menunggu lama lagi kami segera menuju ke Theater JKT48, dan bermaksud
untu membeli tiket HandShake secara mendadak dan berharap Oshi kami
belum SoldOut, Lagi lagi kami harus sabar mengatri dan harap harap
crmas, karena antrian begitu panjang, suasana saat itu benar benar bagai
lautan Fans JKT48, dari lantai 1 sampai lantai 4 suasananya begitu
padat, hingga akhirnya kami menemukan teman baru, mereka yang membatnu
kami mulai dari proses pembelian tiket sampai proses mengantri
HandShake, ya kami bertemu salah satu FanBase Regional Bekasi, BRT_
Operation namanya. Kami sangat terbantu saat itu.
" Sob thanks ya untuk semua bantuannya" kataku
" Santai aja lagi, kitakan sama sama FansJKT48" kata Yoga
" Oh iya lo sama siapa aja? kata Lana
"
Oh, ini ada wakil gue Dion, terus ada Angki, ada Dgul, ada Agus, ada
Rendy, Febry, sama Ishak, masih banyak sih anggotanya tapi yang lain
udah ngatri duluan" kata Yoga
" Jadi kalian itu FanBase dari Bekasi yah? waahh keren yaaa... kompak banget" kata Lana
" Ah enggak kok, kita masih baru dan belum begitu terkenal kaya FanBase lain" kata Yoga
Kami
terus mengobrol sambil menunggu bagian kami untuk HandShake dengan Oshi
kami, begitu sampai di depan ruang tempat kami HandShake, sekilas ku
melihat AYana berdiri dengan senyuman manisnya, ia benar benar anggun,
jauh lebih cantik dari apa yang ku lihat selama ini di media sosial yang
ku miliki. Jantungku kini benar benar terasa mati, lidahku serasa
membeku, rasanya aku tak kuasa untuk memandang mata sayu miliknya. Aku
hanya terpaku memandangnya dari kejauahan dan dalam hitungan menit, ia
aku akan berdiri dan bersalaman dengannya dan hanya di batasi oleh
sebuah meja kecil. Apa yang akan ku katakan padanya nanti? untuk
berfikir saja rasanya aku tak bisa, hingga akhirnya tiba giliranku.
Perlahan ku langkahkan kakiku, akhirnya kini ia benar benar ada di
depanku, sosok malaikat tanpa sayap yang bermata sayu, Nafasku terasa
sesak saat ia mulai menggengam tanganku, sesaat dunia serasa hening,
waktu terasa berhanti, aku bagaikan melayang saat kurasakan lembut
tangannya, dan akhirnya ku tersadar saat suara lembutnya menyapaku
" Kaka apa kabar?" kata Ayana dengan lembutnya
" Akuu... aku baik, kalo kamu?" kataku
" Aku baik kok" kata Ayana
" Oh iya lagi sibuk apa?" kataku
" Aku sekolah, latihan, theater ya gitu paling" kata Ayana
" Gak sibuk pacaran kan?" Ledekku
" Kan pacarannya sama kamu nanti" kata Ayana balas melnggombal
Kata
katanya benar benar membuatku ingin pingsan saat itu juga, tapi aku
sadar waktuku tak banyak karena aku hanya membeli 3 tiket yang berarti
hanya 30 detik waktuku bersalaman dengan Ayana. Sebelum waktunya benar
benar habis akupun segera mengucapkan kata kata penyemagatku untuknya
"
Oh iya semangat terus ya latihannya, jangan nyerah raih mimpi kamu ya,
tetap tersenyum, inget senyuman kamu tuh berarti banget lho untuk
Achanation, dan semangatmu adalaha semangatnya Achanation khusunya aku"
kataku
" Iya, makasih banyak yah, tetep dukung aku dan JKT48 ya" kata Ayana
" Pasti Ayy..." kataku
" Makasih banyak yaaa udah datang" kata Ayana
Dan
kata itulah yang mengakiri percakapanku dengannya, sungguh 30 detik
yang paling mengesankan sepanjang hidupku, rasanya semua perjuangan
untuk sampai kesini terbayar lunas dengan senyuman termanis Ayana yang
pernah kulihat langsung. Pantas saja antriannya begitu panjang, mungkin
hal ini pula yang dirasakan oleh para FansJKT48 laiinya. Selepas dari
HandShake aku sempat menoleh kebelakang, entah hanya keberuntunganku
atau bukan, tapi Ayana sempat menolah kearahku dan tersenyum, ahhh
sungguh mimpi yang seolah nyata. Namun sayang saat aku masih terbuai
dalam suasana yang begitu menyenangkan, Shofa dan Lana mengagetkanku.
" Woooyyyy.... Ngelamun jorok loe ya?" kata Shofa
" Tau, habis HS malah delusi loe" kata Lana
" Itu Ayana tadi sob, idih gila sumpah, Coizetsu kawaii achan banget dah" kataku
" Alaahhh... Mulai lagi dah loe!" kata Shofa
" Eh Lidya gimana Lidya?" kataku
" Gak bisa diungkapkan kata kata deh, dia ramah banget, makin cinta aja gue" kata Shofa
" Eh buset, gimana kalo ketemu Cigul kayak gue tadi, aihh lolinya itu lhoo bikin gemesh" kata Lana
" Iya deh, tiap orang pasti punya kesan sendiri sama Oshinyakan?" kataku
" Eh tapi Bagus kemana ya?" kata Lana
Belum
sempat pertanyaan kami terjawab, tiba tiba orang yang kami cari datang,
ia seperti tak kuasa menahan air matanya, entah apa yang terjadi, namun
ia langsung memeluk Lana dan menangis sejadijadinya. hal ini tentu
membuat kami heran.
" Ehh Gus loe kenapa?" kata Lana
" Melody sob Melody..." kata Bagus
" Iya Melody kenapa emagnya?" kataku heran
" Cantik banget hari ini, dia ramah banget sumpah gue gak kuat" kata Bagus
" Eh tar dulu, gak kuat kenapa dulu nih?" kataku
" Gak kuat terharu lah kupret" kata Bagus
" Ebuset ini gentong antik, katanya terharu tapi ngomel" kataku
Akhirnya
acarapun usai, hari ini kami benar benar terkesan dengan keramahan dan
keakraban yang diberikan member kepada para Fansnya Khususnya kami.
Setelah itu kami pun makan bersama BRT_Operation yang merupakan teman
baru kami. Selesai makan malam kamipun segera pamit untuk pulang kembali
kebandung, tapi kami sempat bingung karena kali ini kami benar benar
kehabisan uang. Jikalau kami ingin menumpang lagi, kami benar benar tak
punya kenalan sopir di sini. Tapi di tengah kebingungan kami Bagus tiba
tiba kembali jadi Malaikat, ternyata Dokter yang mengantar kami sempat
memberi uang kepada Bagus dengan catatan Bagus akan memastikan
ketersediaan tiket pertanidngan Persib jika Dokter tersebut akan nonton.
Sebagai Fans yang sudah sering keliaran di Stadion Agus tentu takan
kesulitan. Maka dari itu hari ini akhirnya kami pulang menggunakan Bis
dengan nyaman ke Bandung. Setidaknya kini kami benar benar percata jika
usaha keras itu takkan mengkhianati dan jika kita yakin akan sesuatu
yang ingin kita raih, maka hasilnya akan sama seperti apa yang kita
yakini.
~~SEKIAN~~