Pagi
itu aku masih tergeletak di atas kasurku meski jam di kamarku sudah
menunjukan pukul 06.45, ahhh malas sekali rasanya hari ini, udara pagi
yang begitu segar masih saja memaksaku untuk terus memejamkan mataku.
Hingga akhirnya....
" anjrit mati gue, hari ini kan hari pertama gue masuk sekolah" kataku yang baru sadar kalo aku kesiangan
aku
baru sadar akan hal itu, benar saja aku kesiangan lagi. aku segera
bergegas ke kamar mandi, setelah beres, akupun bersiap berangkat
kesekolah, dengan tergesa gesa aku berangkat kesekolah, semua kulakukan
dalam tempo 10 menit, mulai dari mandi, berpakaian, sampai sarapan. ahhh
sungguh ribet duniaku, maklumlah di usiaku yang masih remaja aku
seperti sudah tinggal sendiri, karena orang tua ku terlalu sibuk dengan
pekerjaannya. oh iya, perkenalkan namaku johan, aku adalah anak tunggal
yang lahir dari keluarga berkecukupan sebenarnya tapi terlalu cukup
hingga tak ada lebihnya sedikitpun, hahahaha. tapi itu bukan hal yang
akan aku ceritakan.
Cerita
ini bermula saat pertama aku masuk sekolah setelah libur panjang
semesteran, saat sampai di sekolah aku benar benar telat, ya waktu telah
menunjukan pukul 07.15. Aku terlambat 15 menit, tapi syukurlah karna
ini hari pertama masuk sekolah dan KBM belum di mulai, aku masih aman.
Sesampainya di kelas, Anggi sahabatku langsung menghampiriku dengan
wajah yang berbinar.
" Ada apa ini anak? tumben sumringah bener" fikirku dalam hati
" Eh jo, lo ketinggalan kabar penting sob!" kata Anggi
" Kabar apaan? heboh bener lo!" kataku
" Ih, ini kabar hot banget, ada anak baru lho di kelas kita" kata Anggi
" Lah terus Hotnya disebelah mana?" tanyaku heran
" Anak barunya tuh cewe terus caem gitu men, parah cantik banget deh, sumpah!" kata Anggi
Sepintas
aku tak begitu memperhatikan cerita Anggi, aku langsung menuju mejaku
dan tak begitu menghiraukan omongan sahabatku yang agak bawel ini. Dia
terus saja berkicau seperti burung yang belum di beri makan, tapi aku
hanya menjawab semauku dan itu bukan hal baru buat kami, terutama aku
sahabatnya, karna Anggi memang bawel sejak pertama kami bertemu, mungkin
bawaan lahir, tapi ahh sudahlah.
Ruang
kelas begitu ramai saat itu, suasananya tak jauh beda dengan pasar
malam, sungguh mengherankan, mereka ini sudah duduk di bangku kelas XI
SMA tapi kelakuannya lebih parah dari anak TK sekalipun, tapi tiba tiba
suasana jadi tenang dan mendadak tertib, ya terang saja, Bu Indah datang
dengan seorang cewek manis, ini mungkin anak baru yang Angga ceritakan.
Ternyata dugaanku benar, ia memang anak baru yang Angga ceritakan.
" Pagi anak anak...." kata Bu Indah
" Pagiii bbuuuuuuu...." jawab semua murid
" Nah kali ini akan ada teman baru yang akan bergabung dengan kelas kalian" kata Bu Indah
" Wihh siapatuh bu, malaikat ya? Cantik banget" celetuk Angga
" Ssstttt... Angga, gak boleh begitu, nah silahkan perkanalkan nama kamu" kata Bu Indah
" Hallo semua, Namaku Ayana, salam kenal..." kata Ayana
Perkenalanpun berlangsung singkat, kini kami tau jika anak baru ini bernama Ayana, ku akui anak ini benar
benar cantik, dengan wajah polosnya, mata sayunya, senyum manisnya, ahh ia benar benar membuatku salah tingkah meskipun ia berdiri beberapa meter didepanku. Belum selesai aku mengagumi sosok manis Ayana, tiba tiba Bu Indah mengagetkanku, ia melihat kursi sampingku kosong, dan ia menyuruh Ayana agar duduk disampingku. Sesaat rasanya jantungku serasa berhenti berdetak, aku seakan tak bisa bernafas, aku tak pernah menduga sosok secantik bidadari ini akan duduk satu meja denganku, ahhh gilaaa..... aku hanya bisa terdiam tanpa bisa berucap. Ayanapun duduk di sampingku, aku hanya bisa terdiam, sesekali aku melirik kearahnya dan saat mata kami bertatapan dan ia tersenyum, rasanya aku ingin mati saat itu juga. hingga akhirnya ia menyapaku untuk mencairkan suasana yang antara kami yang sempat kaku.
" Hi, nama kamu siapa?" kata Ayana
" aaa... aaa.. aaakkkuuu... Johan, salam kenal" jawabku gugup
" Ohh, iya salam kenal juga" kata Ayana
" Kamu pindahan dari mana?" kataku
" Aku... nanti juga kamu tau kok" kata Ayana
Sesaat
aku heran, kenapa ia tak mau menjawab pertanyaanku, tapi ah aku juga
tak mau menyelidiki terlalu jauh, aku tak mau ia menganggapku kepo,
kesan pertama yang gak baik. Waktu pun tak terasa cepat berlalu, aku
mulai akrab dengan Ayana, ternyata dibalik sosok cantik ini, ia adalah
anak yang lugu, polos, kadang lemot, sekaligus lucu, dan agak sedikit
pemalu, tapi yang pasti ia adalah anak yang ramah dan rendah hati.Waktu
istirahatpun tiba, aku segera menuju ke kantin dengan sahabatku, Anggi,
sepanjang jalan dari kelas ke kantin anggi tak berhenti menanyakan
Ayana.
" Ya ampun Anggi, lo baru pertama apa liat cewe cantik?" kataku
" Ah gila, kalo yang ini luar biasa, Per to the Fect" kata Anggi
" Ahh nenelo Perfect! Eh, lo fikir gue siapanya dia sampe semuanya ditanyain ke gue" kataku
" Kan lo temen semejanya dia" kata Anggi
" Ebuseh, baru itungan jam kelleess... udah ah yuk cabut" kataku
" Kemana?" kata Anggi heran
" Ke kelaslah... yuk ahhh..." kataku
Aku segera menuju kekelas, meskipun waktu istirahat masih cukup lama, aku lupa Ayana tak ku ajak ke kantin, ia anak baru yang mungkin saja lokasi kantinpun masih belum ia ketahui, ahh bodohnya aku. Sesampainya di kelas...
" Alah alah, itu anak kenapa? sakit kali ya? kok tidur?" kata Anggi
" Wah iya tuh Nggi, gimana nih?" kataku
" Apa perlu gue bawa ke UKS terus gue yang nungguin deh" kata Anggi
" Ahhh modus banget itusih, coba cek dulu" kataku
Aku dan Anggi segera menghampiri Ayana, dengan perlahan aku mencoba membangunkannya agar ia tak merasa terganggu atau kaget. Tak lama si gadis bermata sayu ini bangun.
" Wahhh udah abis ya jam istirahatnya" kata Ayana dengan polosnya
" Enggak, masih lama kok, maaf kita bangunin kamu, kita fikir kamu sakit" kataku
" Engak kok, aku gak papa, aku emang suka gini, hehehhehe" kata Ayana
" Wahh.. kamu tuh lucu ya, masa bisa tidur dimana aja" kata Anggi
" Iya, kadang aku juga gak ngerti, aku gampang banget tidur" jawab Ayana
Aku segera menawarkan Jus Mangga yang ku beli di kantin, dengan malu malu Ayana langsung menerima pemberianku. Sejak saat itu hubungan persahabatan antara aku, Ayana dan Anggi makin akrab, kini kami ber3 sudah seperti potongan puzle yang saling melengkapi dan tak seru jika salah satu antara kami ber3 tidak ada. Hari hari terus berlalu, awalnya rasa kagum itu sempat menghilang, mungkin karena aku telah terbiasa dekat dan menganggap Ayana adalah seorang sahabat saja, tapi hati kecilku tak bisa berbohong, aku tak bisa menampik jika aku memang telah jatuh cinta pada cewe cantik bermata sayu ini. Hingga pada suatu hari, Anggi mengucapkan hal yang tak pernah ku duga.
" Sob, kayaknya gue suka deh sama Ayana, tapi gimana ya?" kata Anggi
" Apa nggi?" kataku kaget
" Biasa aja kali tampang lo, gak usah sekaget itu juga, ia lo taukan Ayana sahabat kita tapi gue kok akhir akhir ini kefikiran dia terus ya?" kata Anggi
" Kalo kefikiran sahabat wajar kali, masa gitu doang suka" kataku
" Ini beda, selama kita sahabatan gue gak pernah mikirin loe sampe segininya" kata Anggi
" Dan gue gak pernah berharap difikirin lo sampe segitunya, hahahaha" kataku
" Yaelah ini anak, serius gue, gue suka nih sama Ayana, lo mau tolongin gue kan?" kata Anggi
Belum sempat ku menjawab pertanyaan Anggi, tiba tiba Ayana datang. Seperti biasa ia tampak manis dengan rambut poninya, dengan tatapan polos dari mata sayunya, aku hanya bisa tertegun melihatnya. Entah apakah ia sadar akan betapa cantik dirinya.
" Hayoo lagi pada ngapain? ngomongin aku yah? kata Ayana
" Ihh engaak kok kamu aja yang geer!" Jawabku
" Tau nih, yeeee..." ledek Anggi
" Hmmhhh biasa aja kali" kata Ayana yang ngambek dan langsung melangkah pergi
kufikir sikap kami berdua takan membuatnya marah, akupun refleks menahan langkahnya, ku tarik tanganya dan saat itu entah kenapa aku merasakan ada getaran lain di hatiku, saat ku genggam lembut tanganya, aku seperti tak ingin melepasnya, sampai ku sadar kalau ada Anggi disitu dan aku segera melepaskannya.
" Yaelah maaf ay, kita bercanda kok, kok marah sih?" kataku mencoba mencairkan suasana
" Habisnya kalian rese" kata Ayana yang malah tersenyum
" Iya kita minta maaf, kita fikir kamu gak akan marah" kata Anggi
Taklama bell masukpun berbunyi, aku, Ayana dan Anggi segera bergegas masuk kelas, tak banyak hal spesial yang ku lewati dikelas hari ini, kecuali saat ku menikmati seyuman indah si putri tidur Ayana, ya kini aku dan Angga memanggilnya Miss MataSayu atau Si tukang tidur, karena kebiasaanya yang mudah tidur meski di kelas. Waktu terus berlalu, hingga akhirnya Bell pulangpun berbunyi, Aku segera bergegas kerumahku, tapi tak lama aku sampai di rumah tiba tiba Ayana menelphoneku.
" Hallo, ada apa Ayy?" kataku
" Johan, kamu ada waktu gak? aku mau minta anter kerumah temenku bisa nggak? kata Ayana
" Bisa kok bisa, emang temen yang mana Ayy? setauku temenmu disekolah cuma aku sama Anggi" kataku
" Ya ampun temen di luar sekolah keelleessss" kata Ayana
" Ooohh iya deh maaf, yaudah aku jemput kamu ya!" kataku
Tanpa fikir panjang segera ku ganti seragam sekolahku, tanpa berlama lama aku segera menghidupkan motorku dan langsung tancap gas menuju rumah Ayana. Sesampainya disana, ia ternyata sudah siap, dengan gayanya yang santai namun tetap cantik dan feminim. ahhh ia sungguh cantik hari ini fikirku, akupun sempat terdiam menatap sosok gadis manis bermata sayu ini. Hingga ia menepuk pundakku dan menyadarkanku dari semua lamunanku.
" Heh, kok malah bengong?" kata Ayana
" Ehh iya, berangkat yuk!" ajakku pada Ayana
" Oke deh bos" kata Ayana
Aku mulai memacu motorku kearah yang sudah ayana tunjukan sebelumnya. Sepanjang jalan aku sempat curiga, kenapa ia tak berkata apapun, apa jangan jangan ia, ternyata benar dugaanku, ia tertidur. Tapi aku terus melaju, sungguh indah rasanya dunia saat itu, Ayana tertidur dan menyandarkan kepalanya di pundakku. Andai saja aku bisa mengutarakan rasa ini padanya, andai saja ku bisa melupakan Anggi sahabatku sesaat, tapi belum sempat ku temukan jawaban dari semua tanyaku, kami tiba di lokasi yang kami tuju.
" Ayy bangun Ayy udah sampe" kataku
" Lohh kok ceper banget yah sampenya, gak kerasa deh" kata Ayana
" Yaampun gimana mau berasa, kamu itu dari tadi tidur" kataku
" Ehhh... Yaa maaf Jo, hehehehe" kata Ayana
Ayana langsung menuju rumah yang kami datangi, cukup lama juga ia berdiri di depan pintu, ia terus berusaha memastikan penghuni rumahnya ada di rumah. tapi tak lama ia kembali ke tempatku, dengan muka yang sedikit cemberut ia menghampiriku.
" Kamu kenapa? temennya mana?" kataku
" Gak ada dirumah Jo, bete deh! masa jauh jauh langsung pulang lagi?" kata Ayana
" Yeeehhh emang kamu gak janjian sebelumnya Ayy?" kataku
" Enggak, heheehhee" kata Ayana
" Yaampun kamu ini, yaudah gimana kalo sekarang kamu ikut aku?" kataku
" Emang mau kemana?" kata Ayana
" Adadeh, udah cepetan naik" kataku
Ayana segera naik kemotorku, akupun lalu menyalakan motorku dan kulajukan motorku ke tempat Favoritku di kota ini, suatu danau yang indah, masih begitu hijau, dan tak banyak orang tau tentang lokasi ini, hanya Aku dan Anggi saja mungkin yang biasa menghabiskan waktu disini. Waktu saat itu menunjukan pukul 4.30 sore, waktu yang pas untuk memandang matahari tebenam. Akhirnya tak lama kami sampai ketujuan kami, Ayana sangat terpukau dengan pemandangan yang ada disana.
" Wihhh indah banget jooo..." kata Ayana
" Iya ini tempatku sama Anggi ngabisin waktu kalo lagi bete" kataku
" Wahh kok kamu baru ngajak aku sekarang sih?" kata Ayana
" Kemarin kemarin kan kamunya sibuk latihan terus, latihan apa tau aku juga gak ngerti" kataku
" Hehehehe Rahasia dehhh" kata Ayana sambil tersenyum
Aku mengajak Ayana ketempat biasa ku habiskan waktu di danau ini, sebuah pohon rindang di tepian danau, di tempat inilah kami bisa melihat matahari terbenam dengan jelas. Hari ini benar benar hari spesial buatku, tak pernah ku sangka aku akan datang ke danau ini dengan seorang gadis secantik Ayana. Terbesit di fikiranku untuk mengungkapkan perasaan ku pada Ayana, mungkin ini moment yang pas, tapi perkataan Anggi yang bilang jika ia menyukai Ayana membuatku mengurungkan niatku. Saat ku sedang asik bercerita pada Ayana tiba tiba ia menyandakran kepalanya di bahuku, sesaat jantungku terasa berhenti, lidahku terasa beku dan aku tak mampu melanjutkan ceritaku padanya. Tapi tak lama kusadari jika ternyata Ayana malah tertidur, dan akupun memberanikan diri untuk mengelus kepalanya, namun ia tetap terlelap dalam tidurnya. ku biarkan ia bersandar di bahuku, karena takut mengganggunya. Momentnya yang ku tunggupun tiba, saat dimana ku memandang matahari terbenam dengan orang yang kususka dan saat ini ia bersandar di bahuku. Tapi tak lama....
" Jadi gini yang namanya sahabat? kata Anggi yang datang tiba tiba
" Nggi gue bisa jelasin sama loe" kataku
" Ahhh gak usah, gue cukup tau sekarang siapa loe sebenarnya" kata Anggi
" Nggi ini gak seperti yang loe fikirin, gue bisa jelasin" kataku
Mendengar kami ribut ribut akhirnya Ayana terbangun.
" Ada apa jo? ehh Anggi kamu juga disini" kata Ayana
" Ay sekarang aku mau nanya sama kamu, ada hubungan apa antara kamu sama Johan?" kata Anggi
" Kok kamu nanyanya gitu? gak ada apa apa kok!" kata Ayana
" Terus ngapain kalian berdua disini" kata Anggi
" Stop Nggi, loe bisa sopan dikit gak sama cewe?" kataku
" Ahhh diem loe, loe kan tau gue suka sama Ayana, kenapa loe tega giniin gue?" kata Anggi
Ayana hanya terdiam mendengar apa yang di ucapkan Anggi, mungkin ia kaget dan tak percaya jika orang yang selama ini ia anggap sahabat ternyata menyukainya. Melihat expresi Ayana yang hanya terdiam akupun tak bisa menjawab ucapan Anggi. Akhirnya kuputuskan untuk mengungkapkan semuanya, bahwa selama ini aku juga menyukai Ayana.
" Oke, gue maa jujur sama loe Nggi, gue juga suka sama Ayana, oh sory gak cuma suka, tapi gue sayang sama dia, puas loe?" kataku
" Kurang ajaarrrr.... " kata Anggi
Dan Baakkkkk..... sebuah hantaman telak mendarat di pipiku, ya Anggi lepas kendali dan menyerangku dengan membabi buta, aku berusaha menghindari semua serangannya. Kami telibat baku hantam cukup seru hingga akhirnya...
" Sttooooooppppp, kalian bisa berhenti gak?" teriak Ayana
" Aaa Ayyaaannnaaa..." kataku tebata bata
" Kalian tuh apa apaan sih, kayak anak kecil tau gak sih" kata Ayana
" Tapi Ay..." kata Anggi
Tanpa menjawab pertanyaan Anggi, Ayana langsung pergi meninggalkan kami sambil menangis, ia berlari begitu cepat, kini baru aku sadari, betapa bodohnya perbuatanku, begitupun Anggi yang mencoba mengejar Ayana tapi gagal karena Ayana telah terlalu jauh meninggalkan kami. Akupun bangkit dan menyeka darah yang mengalir dari bibirku, tanpa bicara pada Anggi aku langsung meninggalkan danau. Sejak hari itu persahabatanku dan Anggi juga Ayana agak sedikit merenggang, kami ber3 sama sama seolah menjaga jarak, apalagi Ayana yang meski duduk di sebelahku ia memilih untuk bungkam seribu bahasa kepadaku. tapi pada suatu sore sepulang sekolah Ayana memberi tiket konser Theater JKT48 dan surat kepadaku yang berisi
" Maaf, karna aku persahabatan kamu sama Anggi jadi berantakan, aku gak nyangka kalo semua akan begini, tapi satu hal yang harus kamu tau Jo, meskipun kamu dan Anggi atau siapapun suka sama aku, aku menghargain itu kok tapi ada alasan yang buat aku gak bisa terima siapapun sekalipun Anggi atau kamu saat ini. Kalo kamu mau tau alasannya, aku tunggu malam ini di Mall FX Sudirman lt 4 jam 7 pas ya..."
Membaca isi surat ini aku benar benar penasaran, kenapa ia tak bisa menerima cintaku, kenapa harus di Mall, kenapa ada tiket Theater JKT48? akupun tak ambil pusing, segera aku pulang untuk mengganti seragamku, dan bergegas menuju tempat yang ia janjikan. Sesampainya di Mall, aku segera menuju ke Lt. 4, suasana malam itu ramai dengan FansJKT48 dan bebagai Atributnya, mereka makin ramai saat aku sampai di Lt. 4.
" Ada apa ini sebenarnya?, kenapa mesti di tempat seramai ini?" itu masih jadi pertanyaan di benakku
Belum selesai rasa heranku, saat aku sampai di Lt. 4 ternyata ada suatu titik dimana itu adalah lokasi Theater dari JKT48. Rasa heranku makin menjadi jadi, aku memang tau tentang Idol Group yang satu ini tapi hanya sekedar tau dan tak lebih. Belum selesai rasa heranku, tiba tiba ku melihat Anggi juga sedang mengantri untuk masuk ke Theater. Rasa penasaranku makin menjadi jadi, kenapa ada Anggi juga disini? Akhirnya akupun turut mengantri bersama FansJKT48 yang lainnya. Dan akupun masuk theater, selama mengatri aku terus mencari Ayana, kenapa ia malah tak ada? bukankan ia yang mengajakku menonton Theater JKT48, kenapa malah Anggi yang datang. Tak lama Showpun dimulai, satu persatu member mulai keluar, aku makin tak mengerti dengan apa yang Ayana rencanakan. Tapi tak lama ada satu member yang benar benar aku kenali, ya tak salah lagi dia adalah Ayana. Lalu apa hubungannya dengan ia menolakku? aku masih tak mengerti, tapi yang pasti FansJKT48 yang lain juga banyak yang meneriakkan namanya. Selama show berlangsung aku benar benar tak bisa menikmatinya, pertanyaan di benakku soal maksud Ayana mengajakku kesini terus menggangguku. Akhirnya Showpun selesai, saat Hi Touchpun Ayana hanya tersenyum dan memberiku isyarat agar aku menunggunya di salah satu rumah makan, akupun segera menuju kesana, dan ternyata lagi lagi Anggi sudah menunggu dirumah makan itu, karena penasaran akan hubungan Theater, Anggi dan Ayana, aku beranikan diri untuk menemui Anggi.
" Loe ngapain disini?" kataku
" Gue di undang Ayana, ada yang mau dia jelasin" kata Anggi
" Maksud loe, surat sama tiket theater tadi juga loe terima dari dia?" kataku
" Loh, loe juga dapet?" kata Anggi heran
" Iyaa, jadi maksudnya dia tuh apasih?" kataku
Akhirnya tak lama Ayana datang, ia tak lagi menggunakan kostumnya, ia telah mengganti pakaiannya, dengan senyuman yang amat manis ia menghampiri kami.
" Cieee... Damai nih ya?" ledek Ayana
" Udah deh, langsung aja ada apa ini sebenernya?" kata Anggi
" Iya ay, ada apa sih?" kataku
" Oke, soal kemarin, maaf kalo aku baru bisa jelasin sekarang, kalian udah tau kan aku siapa sebenernya, ya aku salah satu member di JKT48" kata Ayana
" Terus?" kataku yang makin penasaran
" Iya, Maaf sebelumnya soal kemarin, aku hargain kok kalo kalian suka sama aku, tapi aku gak bisa nerima kalian berdua, atau siapapun juga saat ini" kata Ayana
" Tapi kenapa Ay?" kata Anggi
" Setiap Member di JKT48 itu ada aturan yang disebut Golden Rules, dan itu mutlak gak boleh di langgar, salah satu aturannya adalah gak boleh pacaran. kalian ngerti kan sekarang?" kata Ayana
" Ooo... terus kenapa kamu gak pernah cerita kalo kamu member di JKT48?" kataku
" Aku gak mau orang menganggap aku seorang Idola, aku lebih suka orang mengenalku sebagai seorang Ayana, orang yang apa adanya, jadi aku bisa punya temen yang tulus juga kayak kalian" kata Ayana
Akhirnya aku dan Anggi kini mengerti, aku dan Anggi pun saling meminta maaf, ternyata selama ini Ayana memang sengaja menyembunyikan identitasnya di sekolah. Jadi itu alasannya kenapa setiap pulang sekolah ia kadang terburu buru pergi untuk latihan, ternyata ia adalah salah satu member JKT48. Melihat prilakunya yang rendah diri membuat aku dan Anggi makin mengaguminya baik sebagai seorang sahabat dan Idola baru kami. Sejak saat itu kini persahabatan kami ber3 makin akrab, tak hanya itu, aku dan Anggi jadi sering datang ke Theater untuk menyaksikan sahabat kami tampil. tapi kami ber2 juga tetap menjaga rahasia siapa Ayana, dan bersikap senormal mungkin agar Fans Ayana tak merasa cemburu atau keberatan. Tak hanya itu, aku dan Anggi kini berusaha lebih baik lagi dalam belajar, itu upaya kami untuk menggapai mimpi kami seperti Ayana. siapa tau jika Ayana sudah grade aku atau Anggi bisa memilikinya, namun kali ini kami bersaing secara sehat, dan siapapun yang akan diterima Ayana nantinya kami berjanji akan menerima dan mendukung hubungannya.
Aku segera menuju kekelas, meskipun waktu istirahat masih cukup lama, aku lupa Ayana tak ku ajak ke kantin, ia anak baru yang mungkin saja lokasi kantinpun masih belum ia ketahui, ahh bodohnya aku. Sesampainya di kelas...
" Alah alah, itu anak kenapa? sakit kali ya? kok tidur?" kata Anggi
" Wah iya tuh Nggi, gimana nih?" kataku
" Apa perlu gue bawa ke UKS terus gue yang nungguin deh" kata Anggi
" Ahhh modus banget itusih, coba cek dulu" kataku
Aku dan Anggi segera menghampiri Ayana, dengan perlahan aku mencoba membangunkannya agar ia tak merasa terganggu atau kaget. Tak lama si gadis bermata sayu ini bangun.
" Wahhh udah abis ya jam istirahatnya" kata Ayana dengan polosnya
" Enggak, masih lama kok, maaf kita bangunin kamu, kita fikir kamu sakit" kataku
" Engak kok, aku gak papa, aku emang suka gini, hehehhehe" kata Ayana
" Wahh.. kamu tuh lucu ya, masa bisa tidur dimana aja" kata Anggi
" Iya, kadang aku juga gak ngerti, aku gampang banget tidur" jawab Ayana
Aku segera menawarkan Jus Mangga yang ku beli di kantin, dengan malu malu Ayana langsung menerima pemberianku. Sejak saat itu hubungan persahabatan antara aku, Ayana dan Anggi makin akrab, kini kami ber3 sudah seperti potongan puzle yang saling melengkapi dan tak seru jika salah satu antara kami ber3 tidak ada. Hari hari terus berlalu, awalnya rasa kagum itu sempat menghilang, mungkin karena aku telah terbiasa dekat dan menganggap Ayana adalah seorang sahabat saja, tapi hati kecilku tak bisa berbohong, aku tak bisa menampik jika aku memang telah jatuh cinta pada cewe cantik bermata sayu ini. Hingga pada suatu hari, Anggi mengucapkan hal yang tak pernah ku duga.
" Sob, kayaknya gue suka deh sama Ayana, tapi gimana ya?" kata Anggi
" Apa nggi?" kataku kaget
" Biasa aja kali tampang lo, gak usah sekaget itu juga, ia lo taukan Ayana sahabat kita tapi gue kok akhir akhir ini kefikiran dia terus ya?" kata Anggi
" Kalo kefikiran sahabat wajar kali, masa gitu doang suka" kataku
" Ini beda, selama kita sahabatan gue gak pernah mikirin loe sampe segininya" kata Anggi
" Dan gue gak pernah berharap difikirin lo sampe segitunya, hahahaha" kataku
" Yaelah ini anak, serius gue, gue suka nih sama Ayana, lo mau tolongin gue kan?" kata Anggi
Belum sempat ku menjawab pertanyaan Anggi, tiba tiba Ayana datang. Seperti biasa ia tampak manis dengan rambut poninya, dengan tatapan polos dari mata sayunya, aku hanya bisa tertegun melihatnya. Entah apakah ia sadar akan betapa cantik dirinya.
" Hayoo lagi pada ngapain? ngomongin aku yah? kata Ayana
" Ihh engaak kok kamu aja yang geer!" Jawabku
" Tau nih, yeeee..." ledek Anggi
" Hmmhhh biasa aja kali" kata Ayana yang ngambek dan langsung melangkah pergi
kufikir sikap kami berdua takan membuatnya marah, akupun refleks menahan langkahnya, ku tarik tanganya dan saat itu entah kenapa aku merasakan ada getaran lain di hatiku, saat ku genggam lembut tanganya, aku seperti tak ingin melepasnya, sampai ku sadar kalau ada Anggi disitu dan aku segera melepaskannya.
" Yaelah maaf ay, kita bercanda kok, kok marah sih?" kataku mencoba mencairkan suasana
" Habisnya kalian rese" kata Ayana yang malah tersenyum
" Iya kita minta maaf, kita fikir kamu gak akan marah" kata Anggi
Taklama bell masukpun berbunyi, aku, Ayana dan Anggi segera bergegas masuk kelas, tak banyak hal spesial yang ku lewati dikelas hari ini, kecuali saat ku menikmati seyuman indah si putri tidur Ayana, ya kini aku dan Angga memanggilnya Miss MataSayu atau Si tukang tidur, karena kebiasaanya yang mudah tidur meski di kelas. Waktu terus berlalu, hingga akhirnya Bell pulangpun berbunyi, Aku segera bergegas kerumahku, tapi tak lama aku sampai di rumah tiba tiba Ayana menelphoneku.
" Hallo, ada apa Ayy?" kataku
" Johan, kamu ada waktu gak? aku mau minta anter kerumah temenku bisa nggak? kata Ayana
" Bisa kok bisa, emang temen yang mana Ayy? setauku temenmu disekolah cuma aku sama Anggi" kataku
" Ya ampun temen di luar sekolah keelleessss" kata Ayana
" Ooohh iya deh maaf, yaudah aku jemput kamu ya!" kataku
Tanpa fikir panjang segera ku ganti seragam sekolahku, tanpa berlama lama aku segera menghidupkan motorku dan langsung tancap gas menuju rumah Ayana. Sesampainya disana, ia ternyata sudah siap, dengan gayanya yang santai namun tetap cantik dan feminim. ahhh ia sungguh cantik hari ini fikirku, akupun sempat terdiam menatap sosok gadis manis bermata sayu ini. Hingga ia menepuk pundakku dan menyadarkanku dari semua lamunanku.
" Heh, kok malah bengong?" kata Ayana
" Ehh iya, berangkat yuk!" ajakku pada Ayana
" Oke deh bos" kata Ayana
Aku mulai memacu motorku kearah yang sudah ayana tunjukan sebelumnya. Sepanjang jalan aku sempat curiga, kenapa ia tak berkata apapun, apa jangan jangan ia, ternyata benar dugaanku, ia tertidur. Tapi aku terus melaju, sungguh indah rasanya dunia saat itu, Ayana tertidur dan menyandarkan kepalanya di pundakku. Andai saja aku bisa mengutarakan rasa ini padanya, andai saja ku bisa melupakan Anggi sahabatku sesaat, tapi belum sempat ku temukan jawaban dari semua tanyaku, kami tiba di lokasi yang kami tuju.
" Ayy bangun Ayy udah sampe" kataku
" Lohh kok ceper banget yah sampenya, gak kerasa deh" kata Ayana
" Yaampun gimana mau berasa, kamu itu dari tadi tidur" kataku
" Ehhh... Yaa maaf Jo, hehehehe" kata Ayana
Ayana langsung menuju rumah yang kami datangi, cukup lama juga ia berdiri di depan pintu, ia terus berusaha memastikan penghuni rumahnya ada di rumah. tapi tak lama ia kembali ke tempatku, dengan muka yang sedikit cemberut ia menghampiriku.
" Kamu kenapa? temennya mana?" kataku
" Gak ada dirumah Jo, bete deh! masa jauh jauh langsung pulang lagi?" kata Ayana
" Yeeehhh emang kamu gak janjian sebelumnya Ayy?" kataku
" Enggak, heheehhee" kata Ayana
" Yaampun kamu ini, yaudah gimana kalo sekarang kamu ikut aku?" kataku
" Emang mau kemana?" kata Ayana
" Adadeh, udah cepetan naik" kataku
Ayana segera naik kemotorku, akupun lalu menyalakan motorku dan kulajukan motorku ke tempat Favoritku di kota ini, suatu danau yang indah, masih begitu hijau, dan tak banyak orang tau tentang lokasi ini, hanya Aku dan Anggi saja mungkin yang biasa menghabiskan waktu disini. Waktu saat itu menunjukan pukul 4.30 sore, waktu yang pas untuk memandang matahari tebenam. Akhirnya tak lama kami sampai ketujuan kami, Ayana sangat terpukau dengan pemandangan yang ada disana.
" Wihhh indah banget jooo..." kata Ayana
" Iya ini tempatku sama Anggi ngabisin waktu kalo lagi bete" kataku
" Wahh kok kamu baru ngajak aku sekarang sih?" kata Ayana
" Kemarin kemarin kan kamunya sibuk latihan terus, latihan apa tau aku juga gak ngerti" kataku
" Hehehehe Rahasia dehhh" kata Ayana sambil tersenyum
Aku mengajak Ayana ketempat biasa ku habiskan waktu di danau ini, sebuah pohon rindang di tepian danau, di tempat inilah kami bisa melihat matahari terbenam dengan jelas. Hari ini benar benar hari spesial buatku, tak pernah ku sangka aku akan datang ke danau ini dengan seorang gadis secantik Ayana. Terbesit di fikiranku untuk mengungkapkan perasaan ku pada Ayana, mungkin ini moment yang pas, tapi perkataan Anggi yang bilang jika ia menyukai Ayana membuatku mengurungkan niatku. Saat ku sedang asik bercerita pada Ayana tiba tiba ia menyandakran kepalanya di bahuku, sesaat jantungku terasa berhenti, lidahku terasa beku dan aku tak mampu melanjutkan ceritaku padanya. Tapi tak lama kusadari jika ternyata Ayana malah tertidur, dan akupun memberanikan diri untuk mengelus kepalanya, namun ia tetap terlelap dalam tidurnya. ku biarkan ia bersandar di bahuku, karena takut mengganggunya. Momentnya yang ku tunggupun tiba, saat dimana ku memandang matahari terbenam dengan orang yang kususka dan saat ini ia bersandar di bahuku. Tapi tak lama....
" Jadi gini yang namanya sahabat? kata Anggi yang datang tiba tiba
" Nggi gue bisa jelasin sama loe" kataku
" Ahhh gak usah, gue cukup tau sekarang siapa loe sebenarnya" kata Anggi
" Nggi ini gak seperti yang loe fikirin, gue bisa jelasin" kataku
Mendengar kami ribut ribut akhirnya Ayana terbangun.
" Ada apa jo? ehh Anggi kamu juga disini" kata Ayana
" Ay sekarang aku mau nanya sama kamu, ada hubungan apa antara kamu sama Johan?" kata Anggi
" Kok kamu nanyanya gitu? gak ada apa apa kok!" kata Ayana
" Terus ngapain kalian berdua disini" kata Anggi
" Stop Nggi, loe bisa sopan dikit gak sama cewe?" kataku
" Ahhh diem loe, loe kan tau gue suka sama Ayana, kenapa loe tega giniin gue?" kata Anggi
Ayana hanya terdiam mendengar apa yang di ucapkan Anggi, mungkin ia kaget dan tak percaya jika orang yang selama ini ia anggap sahabat ternyata menyukainya. Melihat expresi Ayana yang hanya terdiam akupun tak bisa menjawab ucapan Anggi. Akhirnya kuputuskan untuk mengungkapkan semuanya, bahwa selama ini aku juga menyukai Ayana.
" Oke, gue maa jujur sama loe Nggi, gue juga suka sama Ayana, oh sory gak cuma suka, tapi gue sayang sama dia, puas loe?" kataku
" Kurang ajaarrrr.... " kata Anggi
Dan Baakkkkk..... sebuah hantaman telak mendarat di pipiku, ya Anggi lepas kendali dan menyerangku dengan membabi buta, aku berusaha menghindari semua serangannya. Kami telibat baku hantam cukup seru hingga akhirnya...
" Sttooooooppppp, kalian bisa berhenti gak?" teriak Ayana
" Aaa Ayyaaannnaaa..." kataku tebata bata
" Kalian tuh apa apaan sih, kayak anak kecil tau gak sih" kata Ayana
" Tapi Ay..." kata Anggi
Tanpa menjawab pertanyaan Anggi, Ayana langsung pergi meninggalkan kami sambil menangis, ia berlari begitu cepat, kini baru aku sadari, betapa bodohnya perbuatanku, begitupun Anggi yang mencoba mengejar Ayana tapi gagal karena Ayana telah terlalu jauh meninggalkan kami. Akupun bangkit dan menyeka darah yang mengalir dari bibirku, tanpa bicara pada Anggi aku langsung meninggalkan danau. Sejak hari itu persahabatanku dan Anggi juga Ayana agak sedikit merenggang, kami ber3 sama sama seolah menjaga jarak, apalagi Ayana yang meski duduk di sebelahku ia memilih untuk bungkam seribu bahasa kepadaku. tapi pada suatu sore sepulang sekolah Ayana memberi tiket konser Theater JKT48 dan surat kepadaku yang berisi
" Maaf, karna aku persahabatan kamu sama Anggi jadi berantakan, aku gak nyangka kalo semua akan begini, tapi satu hal yang harus kamu tau Jo, meskipun kamu dan Anggi atau siapapun suka sama aku, aku menghargain itu kok tapi ada alasan yang buat aku gak bisa terima siapapun sekalipun Anggi atau kamu saat ini. Kalo kamu mau tau alasannya, aku tunggu malam ini di Mall FX Sudirman lt 4 jam 7 pas ya..."
Membaca isi surat ini aku benar benar penasaran, kenapa ia tak bisa menerima cintaku, kenapa harus di Mall, kenapa ada tiket Theater JKT48? akupun tak ambil pusing, segera aku pulang untuk mengganti seragamku, dan bergegas menuju tempat yang ia janjikan. Sesampainya di Mall, aku segera menuju ke Lt. 4, suasana malam itu ramai dengan FansJKT48 dan bebagai Atributnya, mereka makin ramai saat aku sampai di Lt. 4.
" Ada apa ini sebenarnya?, kenapa mesti di tempat seramai ini?" itu masih jadi pertanyaan di benakku
Belum selesai rasa heranku, saat aku sampai di Lt. 4 ternyata ada suatu titik dimana itu adalah lokasi Theater dari JKT48. Rasa heranku makin menjadi jadi, aku memang tau tentang Idol Group yang satu ini tapi hanya sekedar tau dan tak lebih. Belum selesai rasa heranku, tiba tiba ku melihat Anggi juga sedang mengantri untuk masuk ke Theater. Rasa penasaranku makin menjadi jadi, kenapa ada Anggi juga disini? Akhirnya akupun turut mengantri bersama FansJKT48 yang lainnya. Dan akupun masuk theater, selama mengatri aku terus mencari Ayana, kenapa ia malah tak ada? bukankan ia yang mengajakku menonton Theater JKT48, kenapa malah Anggi yang datang. Tak lama Showpun dimulai, satu persatu member mulai keluar, aku makin tak mengerti dengan apa yang Ayana rencanakan. Tapi tak lama ada satu member yang benar benar aku kenali, ya tak salah lagi dia adalah Ayana. Lalu apa hubungannya dengan ia menolakku? aku masih tak mengerti, tapi yang pasti FansJKT48 yang lain juga banyak yang meneriakkan namanya. Selama show berlangsung aku benar benar tak bisa menikmatinya, pertanyaan di benakku soal maksud Ayana mengajakku kesini terus menggangguku. Akhirnya Showpun selesai, saat Hi Touchpun Ayana hanya tersenyum dan memberiku isyarat agar aku menunggunya di salah satu rumah makan, akupun segera menuju kesana, dan ternyata lagi lagi Anggi sudah menunggu dirumah makan itu, karena penasaran akan hubungan Theater, Anggi dan Ayana, aku beranikan diri untuk menemui Anggi.
" Loe ngapain disini?" kataku
" Gue di undang Ayana, ada yang mau dia jelasin" kata Anggi
" Maksud loe, surat sama tiket theater tadi juga loe terima dari dia?" kataku
" Loh, loe juga dapet?" kata Anggi heran
" Iyaa, jadi maksudnya dia tuh apasih?" kataku
Akhirnya tak lama Ayana datang, ia tak lagi menggunakan kostumnya, ia telah mengganti pakaiannya, dengan senyuman yang amat manis ia menghampiri kami.
" Cieee... Damai nih ya?" ledek Ayana
" Udah deh, langsung aja ada apa ini sebenernya?" kata Anggi
" Iya ay, ada apa sih?" kataku
" Oke, soal kemarin, maaf kalo aku baru bisa jelasin sekarang, kalian udah tau kan aku siapa sebenernya, ya aku salah satu member di JKT48" kata Ayana
" Terus?" kataku yang makin penasaran
" Iya, Maaf sebelumnya soal kemarin, aku hargain kok kalo kalian suka sama aku, tapi aku gak bisa nerima kalian berdua, atau siapapun juga saat ini" kata Ayana
" Tapi kenapa Ay?" kata Anggi
" Setiap Member di JKT48 itu ada aturan yang disebut Golden Rules, dan itu mutlak gak boleh di langgar, salah satu aturannya adalah gak boleh pacaran. kalian ngerti kan sekarang?" kata Ayana
" Ooo... terus kenapa kamu gak pernah cerita kalo kamu member di JKT48?" kataku
" Aku gak mau orang menganggap aku seorang Idola, aku lebih suka orang mengenalku sebagai seorang Ayana, orang yang apa adanya, jadi aku bisa punya temen yang tulus juga kayak kalian" kata Ayana
Akhirnya aku dan Anggi kini mengerti, aku dan Anggi pun saling meminta maaf, ternyata selama ini Ayana memang sengaja menyembunyikan identitasnya di sekolah. Jadi itu alasannya kenapa setiap pulang sekolah ia kadang terburu buru pergi untuk latihan, ternyata ia adalah salah satu member JKT48. Melihat prilakunya yang rendah diri membuat aku dan Anggi makin mengaguminya baik sebagai seorang sahabat dan Idola baru kami. Sejak saat itu kini persahabatan kami ber3 makin akrab, tak hanya itu, aku dan Anggi jadi sering datang ke Theater untuk menyaksikan sahabat kami tampil. tapi kami ber2 juga tetap menjaga rahasia siapa Ayana, dan bersikap senormal mungkin agar Fans Ayana tak merasa cemburu atau keberatan. Tak hanya itu, aku dan Anggi kini berusaha lebih baik lagi dalam belajar, itu upaya kami untuk menggapai mimpi kami seperti Ayana. siapa tau jika Ayana sudah grade aku atau Anggi bisa memilikinya, namun kali ini kami bersaing secara sehat, dan siapapun yang akan diterima Ayana nantinya kami berjanji akan menerima dan mendukung hubungannya.
~~SEKIAN~~
Karya : @JPYudha48























