Senin, 04 Agustus 2014

(Fanfict) Shonichi

CHAPTER 1
THIS IS 48 SCHOOL
 

*** Akhirnya karena takut kena hukuman seperti Junkies, X3 pun kembali kekelas mereka. Tapi sebelum mereka pergi, Kinal memberikan isyarat kepada Naomi yang isinya menantang untuk melanjutkan peperangan mereka saat pulang sekolah nanti, sayangnya hal itu tak disadari oleh Melody dan Naomi yang mengerti isyarat tersebut dengan santainya tersenyum tanda setuju. Entah apa yang akan terjadi, yang pasti aku, Barry dan Shofa tak ingin ikut terlibat lagi ***

Hari ini cuaca begitu cerah, sinar mataharipun begitu indah bersinar. Meski agak malas karena susana liburan yang masih berbekas, kulangkahkan kakiku menuju Sekolah. Sebuah Sekolah Elite di sudut kota Jakarta, yang para siswanya dikenal masuk jajaran siswa berprestasi seJakarta dan juga anak para Pengusaha Pengusaha besar. Betapa beruntungnya aku bisa masuk kesekolah ini, tapi terkadang keberuntungan itu berubah menjadi bencana seketika bila kuingat aku harus bersekolah dengan segerombolan anak anak yang terkadang lebih mengedepankan Popularitas mereka dan tak segan menindas para murid yang dianggap kurang Populer. Oia perkenalkan, Namaku Yudha, Januar Permana Yudha, aku duduk di bangku kelas XII, aku memang bukan murid yang begitu populer disekolah, apalagi aku hanya berasal dari golongan keluarga biasa yang masuk kesekolah ini karena Beasiswa. Meski begitu aku tak pernah takut kehabisan uang atau kalah saing dengan murid lain, karena dengan otakku yang encer aku sangat diandalkan oleh mereka yang memang daya tangkap pelajarannya kurang. Setiap tugas yang mereka berikan padaku selalu kukerjakan dan sebagai imbalannya mereka akan memberikan apapun yang kuminta, mulai dari uang, sampai gadget terbaru yang tak mampu kubeli. Selama caranya Halal bukan masalahkan? Sedang asyik berjalan tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat disampingku.

“ Eh Curut tumben loe jalan kaki, motor loe kemana?” Kata Shofa
“ Iye, melas amat sih! Dijual buat biaya liburan ya?” Kata Barry
“ Ehhh anak kampret, bukan ajakin gue nebeng malah ngeledek!” Kataku
“ Lagi emang motor loe kemana?” Kata Barry
“ Masuk bengkel, servis rutin, hari ini jadwalnya!” Kataku
“ Yaudah ayo masuk!” Kata Shofa

Aku segera masuk kemobil milik Shofa, Shofa dan Barry adalah sahabatku dari kelas X, kami trio yang cukup aneh, karena kami meliliki karakter dan kepribadian yang amat berbeda satu sama lain, tapi meski begitu hubungan kami bertiga sangat akrab sebagai sahabat. Mobil terus melaju menuju kesekolah dan tak lama kamipun sampai. Kami segera menuju kekelas, tapi saat dikoridor Shofa menghentikan langkah kami. Awalnya aku merasa bingung, tapi tak lama aku sadar tak jauh didepan kami ada salah satu Genk Paling Populer disekolah kami, mereka adalah The Junkies, mereka berisikan 6 orang anggota, Pertama ada ketua mereka Kinal yang merupakan sosok paling vital di grup ini, lalu Sendy yang ternyata dibalik sikap anggunnya dia adalah penyuka lagu dangdut, Nabilah yang terkenal paling muda di grup dan paling nyablak, ia juga penyuka musik cadas, Ayana si tukang tidur yang memiliki wajah polos dan suka tertawa juga terkadang lemot, Shania si Miss Ferfect yang selalu menginginkan segalas sesuatunya sempurna, dan Haruka Siswa baru pindahan dari Jepang yang polos dan kadang lemot.

“ Mampus... Asli mampus!” Kata Shofa
“ Kenapa sih loe?” Kataku heran
“ Tau nih, ada apaan sih?” Kata Barry
“ Kalian lupa kejadian waktu sore pas sebelum kita liburan sekolah?” Kata Shofa
“ Bentar.... oooo yang Junkies Ribut Sama X3 itukan? Kataku
“ Nah, Cuma kita saksinya!” Kata Shofa
“ Terus Kenapa?” Kata Barry
“ Gw denger sekarang si Ketua Osis Killer Melody sama Wakilnya Ve lagi nyari siapa pelaku perusakan ruang osis!” Kata Shofa
“ Hubungannya sama kita apaan?” Kataku
“ Kita adalah saksi kunci saat mereka ribut sama X3 dan akibatnya ruangan Osis ancur!” Kata Shofa
“ Kalo gitu cabut, cabut, cabut, serius mendingan cabut!” Kata Barry

Untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan kamipun berusaha untuk menghindari mereka, tapi sebelum kami sempat melakukannya, Kinal dengan lantang memanggil nama kami meski status mereka adalah adik kelas kami.

“ Yudha, Shofa, Barry!!! Mau kemana loe semua?” Kata Kinal
“ Sialan ketauan kan kita” Kataku
“ Loe mau beresin masalah sekarang atau kita jamin hari ini adalah hari terakhir kalian sekolah” Kata Sendy

Suasana dikoridurpun mendadak hening, Siswa lain hanya berani melihat dan sebagian lagi memilih untuk menyingkir. Kami bertiga membalikan badan kami, benar benar hari pertama sekolah yang sial buatku, andai saja mereka bukan kumpulan anak anak pejabat penting disekolah ini pasti sudah ku hajar mereka satu persatu. Apa sulitnya menghajar adik adik kelas perempuan ini, meski kecantikan mereka diatas rata rata siswa disekolah ini, tapi untuk kami bertiga mereka adalah musuh utama yang harus dibasmi. Akhirnya kamipun memasang muka polos dan pura pura tidak tau atas kejadian yang kami lihat waktu itu.

“ Ehhh... Kinal ada apa nih?” Kataku
“ Pake nanya lagi! Kalian bertiga mendingan ikut kita sekarang! Kata Kinal
“ Tapi Nal 10 menit lagikan kita masuk kelas!” Kata Shofa
“ Nah itu dia, nanti aja ya jam istirahat” Kata Barry
“ Iya betul 10 menit lagikan kita masuk kelas” Kata Haruka dengan logat Jepangnya
“ Gue gak mau tau! Ini lagi Haruka, udah diem aja” Kata Kinal
  Tau, udah seret aja seret, hahahaha” Kata Nabilah
“ Buset bil, diseret? Iya iya kita ikut deh!” Kata Barry

Kami bertiga akhirnya mengikuti mereka ketempat yang selama ini dijadikan markas The Junkies, mereka benar benar sukses membuat kami seperti kerbau dungu yang dicokok hidungnya. Semua murid yang melihat kami lewat hanya bisa melihat sambil berbisik, karena mereka juga tak mau membuat masalah dengan The Junkies, sekali mereka terlibat masalah dengan gerombolan ini sama saja berarti mereka telah membuka pintu menuju neraka sekolah, apalagi jika mereka hanya murid biasa seperti kami bertiga. Sesampainya disana pintu langsung mereka tutup, kami didudukan di bangku, persis seperti tahanan yang akan di introgasi.

“ Ehhh... Jangan fikir kita gak tau ya kelakuan kalian bertiga waktu kita ribut sama X3!” Bentak Kinal
“ Tau, kalian fikir kami gak liat! Kata Shania
“ Emang kalian liat apa dari kita?” Kata Barry
“ Wahh... malah ngajak bercanda ini anak! Udah siksa aja siksa!!!” Celetuk Nabilah
“ Ehhh tardulu dong, emang kita salah apa? Kita gak tau apa apa” Kataku
“ Iya emang mereka salah apa?” Kata Haruka
“ Ihhh Haruka diem dulu deh!” Kata Sendy
“ Bentar Nal, buktinya apa kalo kita terlibat?” Kata Shofa
“ Majalah ini jelas bukti kalo kalian ada dilokasi saat itu” Kata Kinal

Sebuah majalah pun dilemparkan ke meja didepan kami, majalah tentang sepak bola yang terbit seminggu sekali yang biasa dibeli Barry. Jelas kami tidak bisa mengelak, disitu ada tanda tangan milik pemain Timnas yang jadi Idola Barry plus tulisan yang tertera jelas di sampul majalah yang isinya “Buku ini milik GanbaBarry”.

“ Yaelah.... penyakit dah!” Kata Shofa
“ Kok bisa sih loe tinggal? Pake loe tulisin milik GanbaBarry segala lagi” Kataku
“ Lupa gue, pantesan gue cariin gak ada!” Kata Barry
“ Nah sekarang mau ngelak gimana lagi loe?” Kata Kinal
“ Udah Nal, Abisin aja ni anak!” Kata Shania
“ Iya udah hajarrr aja hajarrr.. kita kerjain abis abisan! hahahaha” Kata Nabilah
“ Oke! Dari pada jadi masalah, mending kita abisin sekarang biar gak buka mulut” Kata Kinal

Kami bertiga sudah pasrah menerima apapun yang akan mereka lakukan, yang pasti ini akan jadi hari bersejarah dimana kami bertiga harus dikerjai abis abisan oleh adik kelas kami sendiri. Tapi ketika mereka akan mengerjai kami tiba tiba Brrakk.....!!! pintu terbuka dengan keras, dan saat kami menoleh ternyata itu adalah Melody dan wakilnya Ve.

“ Kalian tau ini jam berapa? Kenapa belum masuk kelas?” Kata Melody
“ Heh...sopan ya loe maen masuk aja tanpa permisi!” jawab Kinal
“ Gue ketua Osis disini dan gue berhak negakin peraturan!” Kata Melody
“ Jadi mending kalian ikut kita kelapangan untuk dihukum atau kami mesti bilang kepala sekolah?” Kata ve
“ Sialan pilihannya cuma itu lagi nal, gimana dong” kata Shania
“ Oke, kali ini kalian menang! Tapi awas lain kali” Kata Kinal
“ Oiya? Uupppsss... gw takut! Kata Melody

Akhirnya sementara kami selamat dari hukuman The Junkies, tapi tak bisa lolos dari si Ketua Osis dan wakilnya yang berwajah cantik namun dikenal killer, terutama bagi para pembuat Onar seperti The Junkies dan X3. Melody memang dikenal sebagai ketua Osis paling tegas dan sukses sepanjang sejarah sekolah, ia juga diklaim sebagai Ketua Osis paling cantik sepanjang sejarah sekolah. Apalagi kinerjanya ditunjang Ve wakilnya yang juga tak kalah cantik dan lebih feminim tapi ia adalah otak dibalik semua hukuman yang ditakuti oleh semua murid disekolah, tak terkecuali The Junkies dan X3 yang lebih mirip anak ayam yang tak bernyali jika berhadapan dengan mereka berdua.

“ Akhirnya kita lolos ya dari Junkies, tapi kena sama dua Killer!” Kata Barry
“ Ini sih sama aja masuk kandang macan keluar kandang singa” Kata Shofa
“ Terbalik!” Kataku
“ Heh, ngobrol aja! Inget ya kalian masih ada masalah sama kita” Kata Shania

Sesampainya dilapangan Melody meminta kami untuk berjajar, dan saat ia melihat kami satu persatu sepertinya ia merasa ada yang aneh, lalu bertanya pada Ve. Begitupun Ve yang juga nampak keheranan melihat kami.

“ Oia, kenapa The Junkies Cuma berlima? mana satu orang lagi?” Kata Melody
“ Mana gue tau!” Kata Kinal
“ Sebentar, kayaknya Ayana nih yang ilang, kemana itu anak?” Kata Ve
“ Ehh... Yaudah gue aja yang cek!” Kata Sendy
“ Enak aja, yang ada loe gak akan balik lagi. Yud loe aja yang pergi” Kata Melody
“ Yah kok gue Mel?” Kataku
“ Atau mau hukuman loe gue tambah?” Kata Melody

Dengan malasnya akupun kembali ke markas The Junkies, berurusan dengan mereka aja belum selesai, sekarang aku malah disuruh untuk menjemput salah satu anggota mereka di markasnya. Fikiran aneh aneh mulai menyapaku, mulai dari aku yang akan ditahan disana untuk bahan tebusan Anggota Junkies yang sedang dihukum atau malah aku yang akan di kerjai habis habisan lalu balik di tinggal. Tapi bagai mana lagi, dari pada hukumanku ditambah. Sesampainya disana aku langsung mencari Ayana, anggota Junkies yang paling mudah tertawa dan susah untuk berhenti jika sudah tertawa dan mudah tertidur dimana saja ketika ia merasa ngantuk.

“ Mana itu anak? Kok gak ada?” Gerutuku dalam hati.

Tapi tak lama aku menemukannya sedang tertidur di salah satu kursi yang teletak di pojok ruangan, pantas saja ia tak datang kelapangan. Aku juga baru sadar ternyata ia tak ikut mengintrogasi kami tadi karena tertidur, dan karena saking takutnya kami bertigapun tak sadar akan hal itu. Tapi saat aku mendekatinya entah kenapa aku baru tersadar jika Ayana memiliki wajah yang manis bahkan diantara anggota Junkies lainnya, sesaat langkahku terhenti, mataku tak bisa lepas dari wajah anggota Junkies yang kadang lemotnya bisa melebihi Haruka.

 “wajahnya sih polos tapi kenapa harus ikut bergabung dengan Junkies? “ Fikirku.

Tapi saat aku sedang memandangi wajahnya secara tak sengaja aku menendang meja disamping ku dan suaranya membuat Ayana terbangun.

“ Lohhh kamu ngapain disini? Yang lain mana?” Kata Ayana
“ Yehhh gue suruh ngejemput loe, tadi Melody kesini dan ngehukum anak anak karena bolos jam pelajaran pertama” Kataku
“ Terus sekarang pada kemana?” Kata Ayana
“ Dilapangan noh, ayo kesana” Kataku
“ Ngapain?” Kata Ayana
“ Ya ampun ayy, loe tuh kalo lemot kadang berlebihan deh, ya kita dihukum sama Duo Killer itu” Kataku
“ Ohhh... hehehehe” Kata Ayana yang malah tersenyum

Seketika ingatan burukku tentang Jungkies menghilang saat kulihat manis senyuman dari cewek bermata sayu ini, tapi sedang asik asiknya berjalan dikoridor, ingatan buruk itu muncul lagi saat ayana berbalik menghadapku dan mengancamku untuk tidak bilang kalo ia tertidur.

“ Awas ya kalo kamu bilangin aku tadi ketiduran!” Kata Ayana
“ Iyaa deh iyaa” Kataku

Lalu kami pun melanjutkan perjalanan kami, saat sampai dilapangan Melody langsung menegur ayana.

“ Abis dari mana loe?” Kata Melody
“ Tadi emmm aku abiss eeemmm dari kamar mandi ka Imel tanya aja Yudha” Kata Ayana
“ Bener Yud?” Kata Melody
“ Emmm.... Eee....” Kataku

Dan tanpa sadar Ayana menginjak kakiku sehingga sambil menahan sakitpun aku menjawab Iya.

“ Oooo... Gue fikir loe ketiduran” Kata Melody
“ Nggak dong kak Imel, aku mana pernah begitu hehehehe” Kata Ayana
“ Yaudah masuk barisan jangan senyam senyum aja kamu!” Kata Ve

And The Nightmare Begin! Hukumanpun dimulai, hukuman yang bahkan bukan disebabkan oleh ulah kami sendiri. Saat itu jujur saja kekesalanku kepada Junkies makin bertambah, tapi entah kenapa dibalik rasa kesalku sesekali senyuman dan wajah Ayana malah sering terbayang olehku. Hukumanpun dimulai, kami harus berdiri menghormat bendera sampai jam istirahat tiba, itu artinya hampir 2 jam. Tak sampai disitu, kami dilarang berbicara apapun dan bergerak selama kami menjalani hukuman, benar benar seperti patung. Dan yang paling parah adalah saaat gerombolan X3 lewat depan kami.

“ Ehh,,, Bentar deh, itu Junkies lagi dihukum Duo Killer ya?” Kata Sinka
“ Ihhh iyaaa lucuk ya mereka lucuk! Hahaha” Kata Yuvi
“ Hah... Junkies emang gak lebih dari Genk yang gak becus bikin onar, buktinya dia ketangkep sama Duo Killer” Kata Naomi
“ Yesss yess i’am so agree with you” Kata Della
“ Artinya emang loe ngerti?” Kata Ayen
“ Noo no i’am no ngerti sebenernya, pokoknya itulah!” Kata Della

Kehadiran X3 ternyata disadari kapten Junkies Kinal, ya Musuh mereka dari kelas X yang tak lain adalah adik kelas mereka, deretan siswa baru yang tak mau kalah populer dan akhirnya menciptakan sebuah Genk bernama X3. Soal kecantikan mereka tidak perlu ditanya, hanya mereka lah yang mampu menyaingi Junkies baik dari segi popularitas, kekayaan maupun kecantikan para anggotanya. Tapi meski begitu kedua genk yang sering berseteru ini sama sama punya kesamaan yang ditakuti murid murid lain bahkan kaka kelas mereka sekalipun yaitu suka berbuat Onar. X3 diketuai oleh Naomi yang merupakan otak terbentuknya X3, dan beranggotakan Sinka adiknya yang tak kalah polos dan lucu dari Ayana dan Haruka, lalu ada Ayen Anak rockernya X3 yang merupakan saingan dari Nabilah di Junkies, Lidya yang Juteknya jadi bahan masalah utama Shania, Yuvi yang menggemaskan, dan Della anggota yang paling sering berbicara Bahasa Inggris meskipun kadang belepotan. Tapi sama seperti anggota Junkies, dibalik wajah manisnya mereka punya sisi lain yang membuat mereka disegani disekolah. Selain tentunya mereka adalah anak petinggi petinggi dan pejabat pejabat besar.

“ Sialan Gerombolan anak baru mau kemana lagi?” Kata Kinal
“ Jangan jangan mau ngeledekin kita” Kata Ayana
“ Wahhh... masih belum puas juga mereka nyari masalah sama kita!” Kata Shania
“ Ahhh.udah ayo samperin aja! Ayooo...” Kata Nabilah
“ Ehhh jangan dulu kitakan lagi dihukum” Kata Ayana
“ Iya juga sih! Awas aja kalo ini udah selesai...” Kata Kinal

Mendengar percakapan mereka aku, Barry dan Shofa sedikit bernafas lega, setidaknya sepertinya mereka sudah melupakan masalah mereka dengan kami, dan lebih memilih melanjutkan perang dengan X3. Tapi ternyata perang akan pecah lebih awal, bahkan sebelum hukuman ini selesai karena Geng X3 malah menghampiri kami dilapangan yang artinya sama saja menantang Junkies untuk melanjutkan keributan.

“ Wahh wahh wahhh lihat siapa yang lagi kena hukum?” kata Naomi
“ Hahahahaha..... kenapa kaka kelas kita yang sok populer ini?” kata Lidya
“ Eh! Gak usah pada banyak omong ya loe semua!” kata Kinal
“ Tau nih, loe semua nantangin ribut? Kalian fikir kita takut?” kata Shania
“ Ehhhh udah dong kita lagi dihukum kan, nanti kalo Melody sama Ve tau gimana?” kataku
“ Diemmm....” kata Kinal dan Naomi bersamaan
“ Ahhh loe sih ikutan aja! Biarain aja dodol!” kata Shofa
“ Tau, nyari masalah aja loe!” kata Barry

Aku akhirnya memilih untuk diam dan membiarkan dua Genk ini saling melempar ejekan, dan makin lama suasana makin memanas, Junkies yang dihukum seolah lupa jika mereka tidak boleh bergerak dan berbicara. Tapi itu tak bertahan lama sebelum akhirnya Melody dan Ve mengetahui hal tersebut dan langsung menghampiri kami.

“ Junkies, kalian taukan harus apa? Inget hukuman kalian kan?” kata Melody
“ Ehhh.. Mel asal loe tau ya, gerombolan anak baru sialan ini yang mulai!” kata Kinal
“ Hah enak aja, emang dasar aja kalian Genk yang gak becus bikin onar, giliran udah kena hukum aja pake nunjuk orang lagi” kata Naomi
“ Diem! Berisik aja... terus kalian juga ngapain lagi X3 ada disini? Bukannya ini masih jam pelajaran?” kata Melody
“ Ya kitasih gak sengaja aja lewat dan liat kaka kaka kelas tercinta ini dijemur, ya kita pengen tau dong!” kata Naomi
“ Ahhh.. yes yes thats right, itu kanan!” Kata Della
“ Ooo... jadi kalian pingin ikutan kita jemur juga? Boleh kok boleh! kata Ve
“ Nggak kok nggak, yaudah kita mau balik lagi kekelas!” kata Yuvi

Akhirnya karena takut kena hukuman seperti Junkies, X3 pun kembali kekelas mereka. Tapi sebelum mereka pergi, Kinal memberikan isyarat kepada Naomi yang isinya menantang untuk melanjutkan peperangan mereka saat pulang sekolah nanti, sayangnya hal itu tak disadari oleh Melody dan Naomi yang mengerti isyarat tersebut dengan santainya tersenyum tanda setuju. Entah apa yang akan terjadi, yang pasti aku, Barry dan Shofa tak ingin ikut terlibat lagi.

Selang beberapa lama kemudian hukuman kamipun selesai, aku sudah seperti kerupuk yang siap digoreng, berdiri berjam jam tanpa boleh bergerak memang terlihat sepele tapi untukku yang tak pernah bermasalah sejak masuk sekolah ini sangat menjengkelkan sekaligus memalukan, aku benar benar harus melakukan serangan balik pada Junkies dan mereka harus membayar semua ulah mereka. “Tapi Ayana?” tiba tiba sosoknya seolah mengganjalku untuk membalas dendam pada Junkies. Peperangan kini juga terjadi di hatiku, antara harus membalas dendam pada Junkies atau aku harus membuang dendamku pada Junkies demi sosok Ayana. Entah lah yang jelas jam pelajaran terus berlalu satu demi satu.

*** Dikantin Sepulang Sekolah**
Setelah pagi yang cukup sial bagi aku, Barry dan Shofa memutuskan untuk tidak langsung pulang setelah jam pelajaran usai, kami memilih pergi kekantin sekolah, disana hanya ada beberapa siswa yang ikut Eskul dan kebetulan masih belum dimulai.

“ Kalo aja itu majalah gak ketinggalan” Kata Shofa
“ Seenggaknya tulisan milik GanbaBarrynya itu yang bikin kita ketauan” kataku
“ Iya deh maaf, lagian kita juga gak sengaja kan ngintip mereka!” kata Barry
“ Kita harus bales Junkies, apapun caranya Melody harus tau mereka biang keroknya” kata Shofa
“ Bener, biar mereka tau rasa! Kalo perlu di DO aja dari sekolah” kata Barry
“ Jangan dong, kalo dikeluarin dari sekolah gimana dong?” kataku
“ Gimana apanya? Loe kenapa? Bukannya selama ini loe dendam banget kemereka!” kata Shofa
“ Jangan bilang kalo loe sekarang takut kehilangan mereka, kenapa Yud? Cewek lagi?” kata Barry

Sejenak aku terdiam, aku tak ingin kalo mereka tau aku suka salah satu anggota Junkies, Ayana. Aku terus berfikir agar mereka tidak curiga, karena jika Junkies dikeluarkan dari sekolah sama saja aku juga membuat Ayana pergi.

“ Woyyy jawab, loe gampang ketebak Yud, loe itu gak bakal berani nyakitin atau bikin malu cewek yang loe suka” kata Shofa
“ Iya, jangan bilang loe suka sama salah satu anggota Junkies, inget mereka emang cantik tapi kelakuan mereka adalah bencana buat kita!” kata Barry
“ Buuu bukan itu, guee.. gue cuma gak mau kalo kita kenapa napa, seenggaknya Junkies udah tau kalo kita saksi kunci, kalo Melody sampe tau hal ini, kita akan lebih abis sama Junkies” kataku
“ Bener juga! Tapi gak papa yang pasti kita akan terus cari cara buat tendang mereka dari sekolah ini” kata Shofa
“ Nahh.. bener banget tuh!” kata Barry

Akhirnya mereka percaya alasanku, hampir saja mereka tau soal perasaanku ke Ayana, setidaknya derngan begitu mereka tak akan melaporkan kejadian waktu itu ke Melody yang artinya untuk sementara Junkies bisa aman dari Ancaman DO dari sekolah. Akupun mengajak Mereka pulang, takut mereka membahas lagi soal cara mengeluarkan Junkies dari sekolah. Tapi ketika kami sedang berjalan menuju keparkiran, suara ribut ribut mengagetkan kami. Dan ketika kami cari tau sumbernya, ternyata Junkies dan X3 benar benar melanjutkan perang mereka.

“ Gila mereka serius perang lagi?” kata Barry
“ Cabut yuk, dari pada ketauan mereka lagi” kataku
“ Bentar, kita bikin mereka kapok kali ini, gue ada ide” kata Shofa
“ Maksud loe?” kataku
“ Udeh loe pada diem aja dan kita gak akan ditindas mereka lagi” kata Shofa

Aku dan Barry tak tau apa rencana Shofa, tapi apapun itu aku sejujurnya takut akan membuat Junkies tertimpa masalah lagi, kamipun mengambil tempat yang aman dan bersembunyi namun tetap dapat melihat mereka dengan jelas.

~~~ Besambung ~~~ 





CHAPTER 2
BERTEKUK LUTUT ( Battle Of Captain )

 

***Kinal pun berdiri lagi dan mencoba berjalan pergi meninggalkan Naomi yang tergeletak, tapi saat ia akan melangkah, kakinya ditahan oleh cengkaraman tangan Naomi yang cukup kuat, Kinal lalu berbalik dan berusaha menendang Naomi, tapi tanpa diduga kali ini Naomi masih mampu menahan tendangan Kinal. Semua orang diruangan terlihat terkejut, termasuk kami bertiga. Kinal yang berusaha melepaskan cengkaraman tangan Naomi akhirnya berhasil dan mundur beberapa langkah. Kinal nampaknya sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Naomi terlihat berusaha berdiri meski ia jelas kesulitan karena ia juga harus menahan sakitnya.***

Akhirnya mereka percaya alasanku, hampir saja mereka tau soal perasaanku ke Ayana, setidaknya dengan begitu mereka tak akan melaporkan kejadian waktu itu ke Melody yang artinya untuk sementara Junkies bisa aman dari Ancaman DO dari sekolah. Akupun mengajak Mereka pulang, takut mereka membahas lagi soal cara mengeluarkan Junkies dari sekolah. Tapi ketika kami sedang berjalan menuju keparkiran, suara ribut ribut mengagetkan kami. Dan ketika kami cari tau sumbernya, ternyata Junkies dan X3 benar benar melanjutkan perang mereka.

“ Gila mereka serius perang lagi?” kata Barry
“ Cabut yuk, dari pada ketauan mereka lagi” kataku
“ Bentar, kita bikin mereka kapok kali ini, gue ada ide” kata Shofa
“ Maksud loe?” kataku
“ Udeh loe pada diem aja dan kita gak akan ditindas mereka lagi” kata Shofa

Aku dan Barry tak tau apa rencana Shofa, tapi apapun itu aku sejujurnya takut akan membuat Junkies tertimpa masalah lagi, kamipun mengambil tempat yang aman dan bersembunyi namun tetap dapat melihat mereka dengan jelas.

“ Loe mau ngapain sih?” kataku
“ Udah gak usah bawel, pegangin tas gue nih, gue mau ambil gambar!” kata Shofa
“ Ambil gambar apaan?” kataku
“ Ihh ini anak ketularan lemotnya Ayana ya? Padahal baru disuruh jemput bentar doang tadi” kata Shofa
“ Yehhh serius kuya, gue bingung nih!” kataku
“ Gue mau rekam kejadian ini dan ini akan jadi senjata kita buat hancurin mereka” kata Shofa
“ Loe serius? Wahhh itu ide yang khanmaenbeut” kata Barry
“ Ini lagi anak, apa itu khanmaenbeut?” kata Shofa
“ Bukan maen banget! Ahhh susah emang kalo biasa idup di desa!” kata Barry
“ Yehh emangnya elu alaynya kelewatan!” kataku
“ Udah berisik, gue mau kerja!” kata Shofa

Kamerapun mulai menyala dan merekam segala aktifitas yang X3 dan Junkies lakukan, tentu saja aku dan Barrypun sebenarnya masih heran tentang rencana apakah yang akan Shofa lakukan. Tapi apapun itu aku tetap cemas jika hasilnya malah akan benar benar membuat Junkies dan X3 dikeluarkan dari sekolah, terutama Junkies. Sementara itu

“ Akhirnya loe berani juga menuhin tantangan” kata Kinal
“ Hahaha... kenapa harus takut ngadepin gerombolan kaka kelas yang gak becus bertingkah macam kalian” kata Naomi
“ Ooo... berani loe ya! Kalian fikir kalian siapa? Cuma adik kelas yang sok ikut ikutan pengen Populer disekolah ini” kata Shania
“ Oiya? Gue malah gak tau kalo kalian juga Populer di sekolah ini. Setau gue Junkies gak lebih dari tukang bikin onar yang ngerasa kesaingin sama X3” kata Ayen
“ Wahhh... ngaco ini anak rocker amatiran! Udah sikat aja sikat!” kata Nabilah
“ Kinal kita emang mau berantem lagi ya sama mereka?” kata Haruka
“ Iya tadikan kita udah dihukum Nal” kata Ayana
“ Tuh liat kelakuan dua anggota loe, lemotnya minta ampun, hahahaha” kata Naomi
“ Iya mereka kan duo Jepang, yang satu Jepang Import, yang satu Jepang turunan” kata Sinka

Tak disangka ternyata ucapan Sinka dan Naomi membuat Haruka dan  Ayana marah besar, tanpa Sinka dan Naomi sadari sebuah tendangan keras telak mendarat di perut mereka berdua dan membuat mereka terjatuh dan langsung membentur tembok. Aku yang melihat langsung kejadian itu hanya bisa terdiam menelan ludah, tak kusangka sosok Ayana dan Haruka yang kukenal paling polos di Junkies bisa menjadi sagahar itu. Tapi kedua kakak beradik Naomi dan Sinka langsung terbangun dan anehnya mereka malah tersenyum seperti tak merasakan sakit sedikitpun.

“ Cuma segitu tenaga loe berdua?” kata Naomi
“ Kalo gue saranin mending kalian belajar nendang yang bener!” kata Sinka
“ Banyak omong! Junkies abisin mereka!!! Kata Kinal
“ X3 tunjukin siapa kita” kata Naomi

Perkelahian seru antara dua Genk inipun tak terelakan, meski mereka perempuan aku akui cara berkelahi mereka lebih sadis dari pada anak anak SMA lain yang tawuran di jalanan. Tapi aku tak heran jika mengingat Kinal dan Naomi adalah pemegang sabuk hitam Taekwondo. Semua benda disekitar mereka pun tak bisa terhindarkan dari kerusakan. Aku bahkan tak bisa bernafas melihat kejadian itu, sementara Shofa terus saja merekam kejadian tersebut moment demi moment. Kami saja bahkan harus berlindung dari serpihan kaca yang pecah akibat lemparan bangku, entah siapa yang melakukannya. Situasi makin lama makin tak terkendali, hingga akhirnya suasana tegang mulai memuncak ketika Naomi dan kinal saling berhadapan satu lawan satu. Sementara teman teman mereka hanya mampu melihat karena sudah kehabisan tenaga dan menahan sakit.

“ Ini dia yang gue tunggu!” kata Shofa
“ Kinal sama Naomi, mereka gila apa?” kata Barry
“ Ini akan jadi penentuan, harga diri dan nama besar Genk mereka di pertaruhkan disini” kataku
“ Dan kita adalah saksi dari sejarah mereka kelak!” kata Shofa
“ Show time!” kataku

Dengan langkah tertatih Naomi maju lebih dulu, kinal yang sudah bersiap langsung mengarahkan pukulannya kearah wajah Naomi, namun sial bagi Kinal, Naomi dapat mementahkannya dan kini balik menyerang, kini sebuah tendangan keras mendarat di samping pinggang Kinal yang membuat ia terjatuh. Kinal mencoba untuk berdiri meski sulit, tapi tanpa ia sadari Naomi sudah mendekatinya dan siap melancarkan serangan. Tanpa aba aba sebuah tendangan mengarah tepat kemuka Kinal, tapi kali ini justru kinal yang menahannya dan balik menghantam wajah Naomi dengan sebuah pukulan keras. Naomipun terhempas dan terjatuh dilantai, pukulan kinal kali ini sepertinya benar benar mebuat Naomi tak bisa bangun, Kinal yang melihat hal tersebut lalu menghampiri Naomi meski dengan langkah tertatih, Kinal lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Naomi yang tergelatak di lantai.

“ Gue peringatin sama loe, jangan pernah cari masalah sama Junkies! Ngerti loe?” kata Kinal

Naomi tak menjawab apapun, ia nampaknya benar benar kesakitan, sementara anggota X3 lain hanya mampu tertunduk lesu seolah tak terima dengan apa yang terjadi dihadapan mereka. Aku, Shofa dan Barry masih tak percaya dengan apa yang kami lihat.

“ Its Over, X3 harus kalah telak dari Junkies kali ini” kataku
“ Jangan cepet ambil kesimpulan” kata Shofa
“ Naomi udah kalah telak, apa lagi yang bisa X3 lakuin?” kata Barry
“ Liat aja, gue yakin Naomi bukan tipe orang yang nyerah gitu aja” kata Shofa

Kinal pun berdiri lagi dan mencoba berjalan pergi meninggalkan Naomi yang tergeletak, tapi saat ia akan melangkah, kakinya ditahan oleh cengkaraman tangan Naomi yang cukup kuat, Kinal lalu berbalik dan berusaha menendang Naomi, tapi tanpa diduga kali ini Naomi masih mampu menahan tendangan Kinal. Semua orang diruangan terlihat terkejut, termasuk kami bertiga. Kinal yang berusaha melepaskan cengkaraman tangan Naomi akhirnya berhasil dan mundur beberapa langkah. Kinal nampaknya sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Naomi terlihat berusaha berdiri meski ia jelas kesulitan karena ia juga harus menahan sakitnya.

“ Ehh... jangan fikir gue nyerah gitu aja ya sama loe! Gue gak selembek yang loe kira” kata Naomi
“ Oia? Kalo bagus deh! Seengaknya gue bisa bener bener abisin tenaga gue buat nutup mulut sombong adek kelas kayak loe” kata Kinal
“ Gak usah sok jagoan, ayo kita buktiin siapa yang bakal kalah hari ini” kata Naomi
“ Berisik!!!” kata Kinal

Kinal lagi lagi menyerang Naomi, saling serang dan tangkispun terjadi, berkali kali hantaman Kinal berhasil di mentahkan Naomi, begitupun sebaliknya, nampaknya mereka berdua sama sama kuat dan tak ada yang mau kalah. Disisi lain Lidya terlihat mulai bangun dan mencoba ikut menyerang Kinal dengan sisa tenaga yang ia miliki, Kinal yang sadar akan kehadiran Lidya langsung berusaha menahan serangan Lidya dan balik menyerang Lidya, karena kalah tenaga Lidya kembali terjatuh oleh tendangan Kinal yang mendarat tepat di punggungnya, tapi justru hal itu membuat konsentrasinya pada Naomi lengah, akhirnya sebuah tendangan Naomipun membuat Kinal terhempas. Kini situasi berbalik, Naomi lah yang unggul atas Kinal yang hanya mampu tergeletak lemas menahan sakit. Senyum kepuasan balik tercanpcar dari wajah para anggota X3.

“ Sialan, mereka curang!” kata Sendy
“ Heh penyanyi dangdut, loe fikir ini pertandingan resmi, semua cara halal disini” kata Ayen
“ Yes yes, thats right brother, itu kanan” kata Della
“ Ngadepin kita gak cukup pake tenaga, tapi harus pake otak juga” kata Naomi

Anggota X3 sepertinya benar benar diatas angin, Kinal kini benar benar tak bisa berkutik, Naomi yang melihat hal itu langsung menghampiri Kinal dan menginjak tubuh Kinal yang sudah tak berdaya.

“ Kaka kelasku yang manis, gue udah peringatin loe kan?” kata Naomi
“ Berisik” kata Kinal tertahan

Mendengar hal tersebut Naomi kembali tersengat emosi dan menendang tubuh Kinal, jelas saja kinal harus terguling guling karena kerasnya tendangan Naomi. Melihat lawannya sudah tak bisa apa apa lagi, Naomi lalu mengajak seluruh anggota X3 pergi. Meninggalkan Junkies dengan penuh kemenangan telak. Para anggota Junkies pun menghampiri Kinal dan mencoba membantunya. Aku, Barry dan Shofa lalu bergegas pergi sebelum diketahui Junkies dan X3. Rekaman perkelahian mereka kini ada di tangan kami. Entah apa yang akan Shofa lakukan dengan rekaman tersebut yang jelas sepertinya itu akan jadi senjata kami untuk balas dendam pada Junkies. Saat menuju ke pakiran sekolah tiba tiba Melody dan Ve memanggil kami bertiga.

“ Abis dari mana loe semua? Tumben belum pulang” kata Melody
“ Eh.. nggak kita abis dari kantin kok tadi” kataku
“ Kok arahnya dari sana, bukannya itu arah dari gudang belakang sekolah?” kata Ve
“ Ooo gak papa kok, kita sengaja aja muter muter sekolah dulu, maklum beberapa bulan lagi kan kita lulus” kata Shofa
“ Nah iya tuh bener benget Mel, kitakan masih pengen kangen kangenan dulu” kata Barry
“ Ooo baguslah, gue Cuma mau mastiin gak ada yang aneh aneh disekolah ini” kata Melody

Aku, Shofa dan Barry segera meninggalkan Sekolah dengan mobil Shofa, nyaris saja Melody mengetahui apa yang terjadi, kami benar benar tak ingin terlibat masalah, apalagi jika itu berhubungan dengan Junkies. Disepanjang jalan pulang aku terus saja memikirkan hal yang tadi kulihat, kenapa bisa Kinal kalah oleh Naomi? Apa yang akan terjadi besok? Tapi yang paling tak ku mengerti bagai mana bisa Ayana dan Haruka bisa jadi segahar itu saat berkelahi. Tapi tanpa sempat kutemukan jawabannya aku telah sampai dibenkel langgananku untuk mengambil motorku yang ku Service.

***Dirumah***
Malam ini kuhabiskan waktuku didepan Laptopku, sengaja kuhabiskan waktu dengan main games dan mendegarkan musik untuk mengusir semua fikiranku tentang kejadian disekolah hari ini. Wajah Ayana masih saja terus terbayang olehku, diantara kacaunya fikiranku masih saja terlintas difikiranku sosok gadis bermata sayu itu. Semakin ku coba melupakannya semakin ia nyata dihadapannku, akhirnya dari pada ini makin berlanjut dan membuat otakku pecah aku memilih untuk mengajak Barry dan Shofa keluar, tapi sial bagiku, entah mereka sedang ada di negara antah barantah atau diculik alien tapi mereka sama sekali tak bisa dihubungi.

“ Sialan, giliran kayak gini kok malah pada gak bisa dihubungi” gerutuku

Akhirnya aku memutuskan untuk keluar sendiri, setelah ganti baju aku segera menyalakan motorku dan pergi tak tentu arah. Aku hanya ingin mencoba mengusir semua fikiranku tentang Ayana, sebelum perasaan ini benar benar jatuh padanya dan akan jadi masalah besar karena tentu saja Shofa dan Barry akan menggantuungku karena aku menyukai musuhku sendiri. Motorku terus melaju, tanpa kusadari kini aku telah sampai disuatu perumahan elite, dan ketika kuingat ini adalah rumah salah satu anggota Junkies, Ayana.  Situasi bertambah rumit ketika saat aku akan memutar arah, Ayana sudah ada tepat dihadapanku.

“ Kamu mau kemana?” kata Ayana
“ Emmm... gue, emmm mauu eeee... nyari makan Ay” kataku
“ Yaudah aku minta anter dong” kata Ayana
“ Tapi gue buru buru ay” kataku

Tak terima dengan ucapanku yang menolak ajakannya ia lalu menarik kerah bajuku dan mendekatkanku kewajahnya.

“ Eh... Jangan mentang mentang diluar aku takut ya! Gak usah so deh!” kata Ayana

Aku hanya terdiam dan tak bisa berkata apapun, tapi saat kutatap matanya dari jarak sedekat itu jantungku kini terasa mati. Wajahnya benar benar membuatku mati kutu, ancamannya benar benar tak berarti apapun bagiku tapi wajah manisnyalah yang membuatku akhirnya mengiyakan ajakannya. Ia lalu naik kemotorku dan kamipun pergi ketempat makan yang ia tunjukan. Sial bagiku, maksud hati ingin melupakan fikiran tentang Ayana, malah anak itu sekarang ada bersamaku. Tak lama kami sampai di tempat yang kami tuju.

“ Gila ay, loe gak salah? Inikan cafe gede banget, pasti mahal” kataku
“ Gak usah banyak omong ya, cafe ini kalo aku mau juga bisa kubeli” kata Ayana
“ Iyadeh iya” kataku
“ Ayo masuk!” kata Ayana
“ Ahh masuk, nggak ah mana punya duit gw, lagian makannya pasti mahal” kataku
“ Maka dari itu aku yang bayar, mau gak, kalo gak yaudah” kata Ayana

Akhirnya aku mengiyakan ajakannya, heran bukankah ia disekolah sangat ingin memburuku untuk jadi bahan Bullyan Junkies, tapi kini ia malah mengajakku makan. Awalnya aku juga ragu untuk makan dengannya apalagi kalo sampai Barry dan Shofa tau aku makan dengan salah satu anggota Junkies. Tapi aku juga tak bisa lari karena Ayana yang mengajakku dan jika ku tolak besok aku bisa berakhir di gudang sekolah dan tak bisa pulang akibat dikerjai habis habisan Junkies. Saat kami makan tak ada sepatah katapun yang terlontar, kami berdua duduk dan saling mengunci mulut, tapi lama lama aku merasa jenuh dan memberanikan diri membuka obrolan.

“ Pipi loe kenapa? Kok biru?” kataku
“ Gak usah so care deh” kata Ayana
“ Loh gue kan cuma tanya” kataku
“ Eh... kamu itu ya kalo dikasih tau sekali ngerti gak sih, gak usah sok care!” kata Ayana
“ Iya iya maaf” kataku

Tapi tanpa kami sadari anggota X3 yang merayakan kemenangannya atas Junkies juga sedang berada tak jauh dari kami.

“ Ehhh... bentar deh itukan si Ayana sama Yudha” kata Sinka
“ Iya deh, kok bisa sih mereka makan bareng, bukannya Junkies sering ngebully Yudha CS?” kata Lidya
“ Ahhaaaaaa.... kayaknya ada skandal baru nih” kata Ayen
“ What? Sandal?” kata Della
“ Skandal Cipuyyy skandal!” kata Lidya
“ Iyahh ihh Della kadang kadang deh” kata Yuvi
“ Sorry Sorry! hehehehe” kata Della
“ Junkies emang kaka kelas paling bodoh, udah gak becus bikin onar, kalah berantem, eh sekarang anggotanya malah makan bareng sama bahan Bullyannya” kata Naomi
“ Gimana nih, apa mau kita samperin mereka?” kata Sinka
“ Oke! Kita buat kencan mereka ancur” kata Naomi

X3 lalu bergegas menghampiri mejaku dan Ayana, tentu saja aku yang baru sadar akan kehadiran mereka sangat terkejut, tapi aku juga tak bisa pergi karena percuma, Ayana tak akan pernah mau dibawa lari, apalagi jika X3 yang datang.

“ Wahh wahh wahh,,,, lihat siapa yang lagi ngedate sama bullyannya sendiri” kata Naomi
“ Iya kayaknya ada Skandal baru nih” kata Ayen
“ Ehh... jaga ya mulut kalian” kata Ayana
“ Oooppss... kita takut! Hahahaha” kata Naomi
“ Aku bilang diem! bisa diem gak?” kata Ayana
“ Kalo nggak emang loe mau apa? Ketua loe aja udah kita kalahin kan?” kata Lidya

Ayana kontan langsung berdiri menghadap X3, sepertinya akan ada perkelahian lanjutan, tapi ini gila, ini tempat umum dan aku jelas takkan membiarkan hal itu terjadi. Sebelum semuanya makin parah aku segera menarik Ayana keparkiran dan memaksanya untuk pulang, Ayana memang agak menolak apalagi X3 menertawakan kami seolah kami memang pengecut yang tak berani menghadapi mereka. Tapi buatku yang penting keributan bisa dihindarkan, lagi pula jumlah mereka lebih banyak, jika Ayana tetap memaksakan hasilnya ia akan lebih babak belur dari tadi siang.

“ Kamu apa apaan sih? Gak usah ikut campur deh!” kata Ayana
“ Eh, denger ya kalo loe gue tinggal disana yang ada kalian bakal ribut lagi’ kataku
“ Yaudah terus emangnya kenapa? Aku gak takut” kata Ayana
“ Ayyy pake akal loe, udahlah, mereka menang jumlah, loe mau lebih babak belur lagi” kataku
“ Ya emang kenapa?” kata Ayana
“ Kalo loe kenapa napa gimana? Lagian ini gak akan selesain masalah” kataku

Ayana hanya terdiam, mungkin ia sedang memikirkan kata kataku atau mungkin ia menahan kesal atas kekalahan Junkies tadi siang dan kini ia kembali dipermalukan X3. Aku segera mengajaknya pulang dan sepanjang jalan tak ada sepatah katapun terucap dari kami berdua. Sesampainya dirumah, ia tanpa basa basi langsung turun dari motorku dan pergi meninggalkanku.

“ itu anak kenapa sih? Dibelain kok malah begitu” gerutuku

Tapi tak lama sesosok cewek cantik keluar dari dalam rumah dan menghampiriku, umurnya kira kira dua tahun lebih tua dari Ayana, aku tak tau siapa dia tapi yang jelas ia tak kalah cantik dari Ayana.

“ Maafin Ayana ya, dia suka gitu, kamu temen sekolahnya ya?” kata Sicewe
“ Iya gak papa, oia kaka siapa?” kataku
“ Ooo... kenalin aku Sakina, kakaknya Ayana!” kata Cewe yang ternyata bernama Sakina
“ Oia, aku Yudha ka!” kataku
“ Sekali lagi maafin sikap Ayana ya, dia memang sering emosian akhir akhir ini karena papa mama gak jadi pulang dari Jepang” kata Sakina
“ Iya kak gak masalah, aku pamit pulang ya ka” kataku
“ Iya, hati hati ya” kata Sakina

Setelah pertemuan itu kini aku tau jika Ayana hanya tinggal berdua dengan kakaknya Sakina, dan orang tua mereka tinggal dan bekerja di Jepang. Tapi yang makin membuatku heran adalah kenapa sikap Sakina amat ramah dan berbanding terbalik dengan sikap Ayana yang cenderung galak meski kuakui aku mulai terbiasa menghadapinya. Aku terus memacu motorku menuju rumahku, dan ini adalah hari paling gila yang kulalui, mulai dari berurusan dengan Junkies sampai kepergok makan bareng dengan salah satu Anggotanya. Entahlah yang pasti aku langsung tertidur lelap saat sampai rumah karena kepetenatan yang amat sangat menyiksaku hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar