Sore itu di sebuah lapangan basket di sebuah sudut kota terlihat Rasha sedang melepar bola ke arha ring. dan Blashhh.... bola itu masuk dengan mulus kedalam ring.
" Aduh Veranda mana sih? kok belum dateng juga?" gerutu Rasha dalam hatinya.
tak lama kemudian orang yang Rasha tunggupun datang.
" Sory telat sha, gw ada les tambahan tadi " kata Veranda sambil terengah engah karna datang sambil berlari.
" telat sih telat, tapi kira kira dong " Kata Rasha
" Iya iya maaf... " kata Veranda sambil memajukan bibirnya, membuat ia terlihat makin lucu.
lalu
mereka pun memulai permainan mereka,mereka memang akrab banget sejak
SMP dulu, terlebih rumah Rasha dan Veranda terhitung dekat. Meskipun
cuma berdua tapi permainan mereka seru banget, sampai saat Rasha
melempar bola tapi lemparannya meleset dan Veranda dengan santai meledek
Rasha.
"hahahaha Gitu aja gak bisa lo, payah...." Ledek Ve kepada Rasha
" Hah, emang le bisa lebih baik?" Jawab Rasha
" Bisa, bahkan jauh lebih baik" kata Ve
" Kalo gitu ajarin gue" Kata Rasha
Dengan
cueknya, Ve berdiri di belakang tubuh Rasha sambil memegang kedua
tangan Rasha untuk mengajari Rasha menshoot bola, jelas aja Rasha tiba
tiba jadi grogi. Dan blashhh ternyata bolanya masuk dengan mulus ke
dalam ring.
" Jago kan gue? " kata Ve yang makin manis kalo senyum.
" Iyaaa iiiiyyaaa, loe jago Ve " Jawab Rasha yang masih salting.
Permainanpun
berlanjut, ya meskipun kondisi lapangan agak becek, tapi Rasha dan Ve
tetap semangat, sampai tiba tiba Rasha terpeleset dan menabrak Ve.
Untung saja tangan Rasha sigap menahan tubuhnya yang berada tepat di
atas tubuh ve. Ooppsss... tinggal 2 cm lagi bibir mereka berciuman,
mereka juga bertatapan cukup lama sampaii....
" Sha lo bisa angkat badan lo sekarang? " kata Ve
" Maaf maaf ve" kata Rasha yang langsung mengangkat tubuhnya.
Tak
terasa waktu mulai sore, Rasha Dan Ve memutuskan untuk mengakhiri
permainan mereka dan pulang kerumah. Di jalan Rasha masih saja
memikirkan kejadian di lapangan tadi, sampai tak sengaja Rasha
keceplosan.
" Coba loe itu gak tomboy ya Ve, loe itukan cantik banget " kata Rasha
" Apaan sih loe? gak jelas deh kadang" kata Ve
" Sory sory, keceplosan gue" kata Rasha
" Dasar loe" kata Ve
Sebenernya
Ve suka sama Rasha sejak lama, tapi dia gak berani ungkapin dan lebih
memilih memendam perasaannya kepada Rasha. Mobil Rasha pun terus melaju
menuju rumah, setelah mengantarkan Ve pulang lalu Rasha pun melaju
menuju rumahnya. Tapi sesampainya dirumah, Rasha kaaget sekaligus
bahagia karna ada om Dani, teman bisnis papanya datang kerumah.
" Malem om, apa kabar?' Sapa Rasha
" Baik, kamu apa kabar? wahhh udah besar ya sekarang kamu!" kata om Dani
" Baik juga om, oh iya om kapan datang?" kata Rasha
" Baru aja kok" jawab om Dani
Di
sela perbincangan mereka, om Dani memperkenalkan seorang cewek cantik
yang sebaya dengan Rasha, Cewek cantik ini ternyata adalah anak dari om
Dani. Dia nantinya akan satu sekolah dengan Rasha, tapi ternyata cewe
bernama Dinda ini....
" Ada apa om?" Kata Rasha penuh tanya
" Sebenernya Dinda mengidap penyakit kangker otak dan nyawanya bisa hilang kapanpun" kata om Dani
" Jadi maksud om" kata Rasha kaget
" Iya, om mau titip Dinda ya, om percaya sama kamu" kata om Dani memohon
" oke om kalo gitu, aku akan berusaha sebisaku" jawab Rasha
Semenjak
saat itu Rasha seperti pengawal pribadi untuk Dinda, dan
persahabatannya dengan Ve mulai merenggang, hal ini ternyata membuat Ve
kesal.
" Sha itu siapa sih? Tanya Ve
" Oh, dia Dinda, manis kan? Jawab Rasha
" Manis? kata loe gue yang manis?" Kata Ve agak jengkel
" Enggak kok, loe tuh gak konsisten" kata Ve
" Iya maaf deh maaf tuan putri" kata Rasha
" Putir? Nenek loe tuh putri!" kata Ve
Hari
hari, pun terus berganti, sampai suatu hari suatu gosip terdengar di
lu[ing Ve, Kalo Rasha ternyata jadian dengan dinda. mendengar hal ini Ve
langsung menghampiri Rasha untuk mengkonfirmasi kebenaran gosip
tersebut.
" Sha loe jadian ya sama Dinda?" kata Ve
" Iya, kenapa?" kata Rasha
" Kenapa? Gue yang harusnya nanya kenapa loe gak bilang sama gue? kata Ve kesal
" Maaf ve, gue fikir loe udah tau" kata Rasha
Setelah
bel sekolah berbunyi, Ve langsung menuju lapangan basket tempat ia dan
Rasha bermain. tanpa dia sadari Dinda mengikutinya, Tak lama hujanpun
turun dengan derasnya. Ve terus berlari, sesampainya disana Ve langsung
menuju ke salah satu sudut lapangan, di mana terdapat tulisan Ve &
Rasha Fever di salah satu temboknya. Ve kesal, ia terluka, ia bingung,
ia merasa sedih ketika ia tau Rasha kini telah memiliki Dinda, tapi ia
juga tak bisa berbuat apapun, terlebih Rasha telah menganggapnya seorang
sahabat.Tanpa ia sadari, air matanya mulai jatuh, ia terus berusaha
menghapus tulisan tersebut. Kini dinda pun tau, teernyata Ve sebenarnya
suka kepada Rasha. Sejak kejadian itu Dinda seolah menghilang, Ia tak
pernah lagi masuk sekolah dan membuat Rasha bingung.
" Ve, Dinda kemana ya?" Tanya Rasha
" Gak tau, loe kan cowoknya, masa tanya ke gue?" Kata Ve
" Mana HPnya gak aktif lagi" Kata Rasha
Tapi tak lama HP Rasha berdering, dan panggilan itu ternyata dari om Dani, Rasha langsung menjawab panggilan itu.
" Halo, met siang om" sapa Rasha
" Siang, Sha kamu bisa ke rumah sakit sekarang gak? kata om Dani
" Iya om, Rasha kesana sekarang, tapi emangnya ada apa ya om?" kata Rasha
" Dinda Sha, Dinda masuk rumah sakit" jawab om Dani
Tanpa
fikir panjang rasha langsung menutup percakapan dan langsung bergegas
menuju Rumah Sakit bersama dengan Ve, Sesampaiya di ruangan tempat Dinda
di rawat Rasha langsung menghampiri om Dani.
" Om, Dinda kenapa om?" kata Rasha
" Kangkernya kambuh lagi, kata dokter umurnya tinggal hitungan jam saja" kata om Dani
" Apa? " kata Rasha Kaget
Rasha
langsung masuk keruangan Dinda, meihat Dinda yang terkulai tak sadarkan
diri, tanpa terasa air mata Rasha mulai menetes dan mengalir. Rasha
langsung duduk di samping Dinda dan langsung menggenggam tangan Dinda,
perlahan Dindapun mulai sadar.
" Dinda, kamu mulai sadar?" Kata Rasha
" Iya Sha, kamu jangan nangis ya, masih ada kok orang yang bisa jaga dan sayang kamu dengan tulus" kata Dinda lemah
" Maksud kamu apa sih?" kata Rasha
" Aku harus pergi Sha" kata Dinda
" Enggak kamu gak boleh pegi" Kata Rasha
" Iya Sha, aku harus pergi, dan Ve, tolong jagain Rasha buat aku ya, aku tau cuma kamu yang bisa jagain dia" kata Shena
Ve
hanya diam, ia sendiri tak dapat berkata apapun, ia hanya mampu
menangis, tapi Dinda tau hanya Ve yang bisa menjaga Rasha. Akhirnya
Dinda benar benar pergi tuk selamanya, tangispun pecah diruangan itu.
Tapi Dinda pergi dengan senyuman termanisnya, Sejak kejadian itu Rasha
kini jadian dengan Ve, dan perasaan Ve yang dulu terpendam kini telah
terungkapkan.
To Be Continued......
Karya
Januar P. Yudha ( @JPYudha48)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar